Thursday, April 15, 2010

Kisah Ruh Syeikh Abdul Qadir Al Jilani dan Buroq


Berikut adalah Manaqib dari Rajanya para Aulia ( Qutbul Aqtob ) Syeikh Abdul Qodir Jaelani diterjemahkan dari kitab " Al-Lujaini Ad-Daani " yang di susun oleh Syeikh Al-Karim Ja'far bin hasan bin abdul karim Al-Barzanji R.A, Mudah-mudahan anda pembaca dan saya mendapatkan Barokah serta Karomahnya amin ya robbal 'alamin

Di riwayatkan oleh Syeikh Rasyid bin Muhammad Al-junaidi dalam kitab Raudhoh An-Nadzir, Pada malam Rosululloh S.A.W Mi'raj, Malaikat Jibril A.S datang menghadap rosululloh S.A.W sambil membawa binatang Buraq, telapak kaki Buraq tsb mengeluarkan cahaya seperti cahaya rembulan,

Buraq tsb di berikan kepada nabi Muhammad S.A.W oleh Malaikat Jibril A.S, Seketika juga Buraq tsb tidak mau diam karena sangat senang yang luar biasa sehingga Nabi bersabda : "Wahai Buraq kenapa engkau tidak mau diam ?, Apa karena engkau tidak mau aku tunggangi ? ", Buraq menjawab : " Wahai Rosululloh S.A.W bukan aku tidak mau Baginda tunggangi, Tetapi aku mempunyai permintaan kepada Baginda wahai kekasih Alloh, Permintaanku adalah nanti di hari Qiamat ketika baginda masuk kedalam Surga agar tidak menunggangi yang lain kecuali aku ", Rosululloh bersabda : " Wahai Buraq permintaanmu aku kabulkan ", Buraq pun berkata lagi : " Wahai baginda sudikah kiranya baginda memegang pundak ku agar menjadi ciri di hari qiamah ? ", Kemudian Rasululloh S.AW memegangkan kedua tangannya pada pundak Buraq tsb, Karena Buraq saking gembiranya yang sangat luar biasa, Sehingga badannya tidak muat lagi untuk ditempati Ruhnya, Terpaksa Buraq tsb membesar dan tinggi sampai 40 Hasta,Setelah itu Rasululloh S.A.W berdiri sebentar sambil melihat betapa tingginya Buraq tsb dan berpikir bagaimana caranya untuk naik ke punggungnya sedangkan pada saat itu tidak ada satupun tangga untuk naik, Pada saat itu juga datang ruh nya Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani seraya berkata : " Silahkan Baginda naik ke Pundak saya", Kemudian Rosululloh S.A.W Naik kepundaknya ruh Ghautsul 'Adzom Syeikh abdul Qodir Jaelani, Kemudian Syeikh abdul qodir berdiri sehingga Rosululloh S.A.W dapat naik ke pundaknya Buraq kemudian nabi bersabda : " Dua telapak kakiku menaiki pundakmu wahai Abdul Qodir, Maka telapak kakimu nanti yang akan menaiki pundak semua para wali -wali Alloh ".

Sumber : Ghaib99.blogspot.com

7 comments:

Khairul said...

Bida'ah!

Tarikh Israk Mikrajbersamaan 622 M iaitu ketika Nabi berumur 52 tahun, setahun sebelum Hijrah dari Mekah ke Madinah

Tarikh lahirnya Abdul Qadir Jailani ialah 470–561 H. / 1077–1166 M.)

Bermakna 455 tahun selepas Israk Mikraj baru Abdul Qadir Jailani lahir ke muka bumi..

Kamu bercerita dusta! karut!di atas nama beliau!

mymymyamy said...

Syariat dan hakikat memang memiliki masing2 sisi yang sulit untuk dipersatukan.. Namun keduanya harus tetap berjalan beriringan untuk pengenalan seorang hamba kepada sang kholik.. Klo dicerna dg logik memang terlihat mustahil, namun cerita tersebut hanya akan terjawab dg keyakinan hati.. Dan cerita tersebut menurut saya haq..

kabarnyleneh said...

Abdolqader Gilani atau Syech Abdul Kadir Jailani hidup pada jaman yang berbeda dengan jaman Rasul Muhammad saw.
Cerita ini harus diklarifikasi darimana sumbernya agar tidak mencemari keshalehan dan karomah beliau.
Al-Quran dan al-Hadits tidak ada yg menceritakan Syech Abdul Kadir Jailani terkait kisah Isra dan Mi'raj Rasulullah.

Sedikit riwayat Syech Abdul Kadir Jailani:
Abdolqāder Gilāni) (470–561 H) (1077–1166 M) adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme. Ia lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 H, 1077 M[3] selatan Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran. Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/1166 M.

Anonymous said...

Lagi-lagi wahabi.. cucian deeehhh...

Punto Hapsoro3 said...

penilis hendaknya berhati hati dalam membawakan segala sesuatu yang berasal dari nabi, dikaji lagi apakah ada sumbernya ( Alquran, Hadist), apakah hadist tersebut shahih, lemah, palsu
Dari Abi Hurairah, ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW “Barang siapa yang berdusta atasku (yakni atas namaku) dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya (yakni tempat tinggalnya) di neraka”.
(Hadits shahih dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Muslim (1/8) dll)

bayu dol said...

Hai Bodoh, di atas di sebutkan ruh syaikh abdul Qadir...bukan jasad lahiri/ dzohiri syaikh abdul qadir

Maskus Diantoro said...

wahai muslimin,
mohon sebutkan sumber Al Qiran, Hadits, nya