Tuesday, April 7, 2009

Ana Al-Haqq, Al-Hallaj


Aku adalah Dia yang kucinta dan
Dia yang kucinta adalah aku
Kami adalah dua jiwa yang bertempat dalam satu tubuh.
Jika engkau lihat aku, engkau lihat Dia,
dan jika engkau lihat Dia, engkau lihat aku

**********************************
Maha suci zat yang sifat kemanusiaan-Nya,
membukakan rahasia cahaya ketuhanan-Nya yang gemilang.
Kemudian kelihatan baginya mahluk-Nya,
dengan nyata dalam bentuk manusia yang makan dan minum.
**********************************
Jiwa-Mu disatukan dengan jiwaku,
sebagaimana anggur disatukan dengan air murni.
Jika sesuatu menyentuh Engkau,
ia meyentuhku pula,
dan ketika itu dalam tiap hal Engkau adalah aku.

Aku adalah rahasia Yang Maha Benar,
dan bukanlah Yang Maha Benar itu aku
Aku hanya satu dari yang benar, maka bedakanlah antara kami.

**********************************
Sebelumnya tidak mendahului-Nya, setelah
tidak menyela-Nya, daripada tidak
bersaing dengan Dia dalam hal
keterdahuluan, dari tidak sesuai dengan Dia,
ketidak menyatu dengan dia, Dia tidak mendiami Dia,
kala tidak menghentikan Dia, jika tidak berunding dengan Dia,
atas tidak membayangi Dia,dibawah tidak menyangga Dia, sebaliknya tidak menghadapi-Nya, dengan tidak menekan Dia, dibalik tidak mengikat Dia,
didepan tidak membatasi Dia, terdahulu tidak memameri Dia,
dibelakang tidak membuat Dia luruh, semua tidak menyatukan Dia,
ada tidak memunculkan Dia, tidak ada tidak membuat Dia lenyap, penyembunyian
tidak menyelubungi Dia, pra-eksistensi-Nya mendahului waktu, adanya Dia
mendahului yang belum ada, kekalahan-Nya mendahului adanya batas.

**********************************
Di dalam kemuliaan tiada aku,
atau Engkau atau kita,
Aku, Kita, Engkau dan Dia seluruhnya menyatu.

---(ooo)---

Sumber : Sufinews

6 comments:

zaidun z said...

kak, saya lagi dapat tugas tentang perkataan al-hallaj yang dianggap menyimpang. adakah sumber dari kitab beliau, sperti: diwan al-hallaj, at-tawasin, dll. terima kasih

Marlan Cilibbart said...

buat saudaraku Zaidun Z : siapa yang menyimpang..dimana letak menyimpangnya?...menurutku, perkataan beliau (Syekh Al-Hallaj Rohimahulloh Amiiin..)benar adanya qo. beliau itu karna sudah diliputi hubbul ilahi sehingga yang terasa, terlihat, terfikir,tergerak hanya sang haq karna hakikat wujud itu tiada sedang yang ada hanya sang haq yang mana dengan rohmatnya terciptalah semua mahluq atas kehendaknya cuma bedanya beliau mungkin tidak bisa menampung semua rahasia yang tercurah padanya sehingga perkataannya dirasa aneh di anggap menyimpang. beliaulah master piece suatu ajaran sufi sebenarnya karna beliau salah satu yang mengerti hakikat wujud. jikalau anda di anugrahi suka taqorub dengan istiqomah pasti suatu saat merasakan perasaan serta penglihatan yang lain dan ana yaqin karomah yang timbul dari dirinya adalah curahan langsung sang haq. coba anda amalkan semua ibadah sunat dan adab adaban yang tercantum dalam kitab A-ghoniyyah karangan saidina syeh abdul qodir jailani selama 6 bulan saja pasti akan mengerti pemikiran dan perkataan seorang seperti al-halaj.

zezz said...

sy setuju dengan comend r mas marlan.. tidaklah sesat semua perkataan beliau. penolakan ini dilakukan oleh ulama2 yang menentang tasawuf. Syaikh abdul qadir jilani mengatakan sekiranya al halaj hidup dimasanya maka beliau tidak akan membunuhnya.. bahasa beliau adalah bahasa fanafillah sehingga tidak pas kalo kita bahas secara syariat. kitab beliau dalam bahasa indonesia sudah ada di toko buku, silahkan dicari.

Anonymous said...

terucapnya kata-kata itu bukan dari mulut al hallaj karena ke-fana-an beliau.. bisa dikatakan itu adalah kalamullah

Anonymous said...

Beliau sudah tahu, dan sudah mengerti, beliau sudah pada titik puncak pemahamannya tentang siapa dia dan tuhannya, beliau dimatikan, karena banyak kekawatiran untuk para pengikutnya mensalah artikan pemahamannya, yang menurut manusia biasa bisa menjadikan sesuatu, sama halnya jaman syekh siti jenar juga begitu, yang namanya manusia yang sedang mabuk kecintaannya pasti tidak terbendung, bisa bikin gila (ini kenapa banyak yang menentang tasawuf) padahal dia sedang tergila gila dengan tuhannya sehingga secara tak sengaja terucap dan terdengar oleh orang awam dan ini banyak yg mensalah artikan kalimat2nya, tapi kalo kita balik bertanya (bila beliau masih ada atau kepada yang mengerti) pasti dijelaskan, tinggal nalar kita sampai kesitu atau tidak, kalo tidak sampai trus dipaksakan jawabannya pasti GILA, itu perlunya pembimbing untuk meluruskan pemahaman yg menyimpang atau akan menjurus kesana

Nafis Khairul said...

Al-halaj menzahirkan Allah Taala pd sifat baharu..kerana Allah tidak bersamaan dgn sesuatu yg baharu..maka,tidak salah beliau menzahirkan sekiranya makam beliau sampai...