Tuesday, July 17, 2012

Rumi: Gemericik Suara Air

Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia,
dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya,
telah diceraikannya semua amal yang lain.

Mereka yang tidak seperti dia, tak lebih bagaikan kanak-kanak,
yang bermain-bersama, di beberapa hari yang singkat,
sampai malam menjelang, dan mereka mangkat.

Atau bagaikan orang yang baru terbangun,
lalu bangkit, sambil masih mengantuk,
tapi dibujuk untuk tidur kembali,
oleh rayuan si perawat jahat;
yang berbisik: "tidurlah kembali, sayangku,
tak kan kubiarkan seorang pun mengganggu tidur nyenyakmu."

Jika engkau bijak, maka engkau,
engkau sedirilah, yang akan mencabut tidurmu
sampai ke akar-akarnya; bagaikan orang kehausan
yang mendengar gemericik suara air.

Tuhan berkata kepadamu,
"Akulah gemericik suara air di telinga mereka yang haus;
Akulah hujan yang tercurah dari langit,
bangkitlah pecinta: tunjukkan gairahmu!
Jangan sampai engkau kembali tertidur,
ketika telah kau dengar gemericik suara air."

(Rumi: Matsnavi, VI no 586 - 592, terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson)

Catatan:
- "Lelaki," disini maksudnya "pencari Tuhan." Dari "rijal," yaitu yang memiliki "arjul," (= kaki, jamak); yang dengan kaki-kaki itu mereka bergerak di jalan pencarian.
- "Amal Sejati," suatu hal unik yang telah diperjanjikan setiap jiwa kepada Rabb-nya untuk diabdikan kepada-Nya.
- "Mengidamkan Dia," setidaknya dapat dirujukkan kepada QS [18]: 110, "... Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah beramal amal yang shaleh dan janganlah menyekutukan sesuatupun dalam mengabdi kepada Rabb-nya."
- "Kanak-kanak," di sini menunjukkan tingkat kecerdasan mereka yang terlalaikan oleh keaneka-ragaman kesibukan di alam-dunia, sehingga lupa dari menyiapkan keperluan perjalanan ke alam-alam paska-alam-dunia.
- "Si perawat jahat," adalah unsur-unsur belum-terahmati dari diri seseorang, yang selalu membujuk kepada hal-hal yang rendah. Lihat QS [12]: 53.
- (Jiwa) kebanyakan manusia tertidur ketika jasmaninya hidup di alam-dunia, dan baru terbangun ketika mereka mati (periksa Hadits Rasulullah SAW yang berkenaan dengan hal ini).

Friday, July 6, 2012

Kisah Unta yang Bersaksi kepada Rasulullah

Karena Sholawat atas Nabi SAW, Seekor unta bersaksi atas kedustaan seorang pemuda penjaga keamanan

 Di dalam "Kitab HayatuI Haayawan” yang ditulis oleh Addamiri yang dinukil dari Kitab "Adda'awaat" yang ditulis oleh Ath Thabrani yang bersumber dari Zaid bin Tsabit r.a. telah berkata : "Kami telah berperang bersama Rasulullah SAW. dan ketika kami tiba di persimpangan jalan Madinah, kami melihat seorang A'rabii (orang Arab pegunungan) sedang menuntun seekor unta hingga ia berhenti di hadapan Rasulullah SAW. Dan ketika itu, kami berada di sekelilingnya.
A'raabii itu mengucapkan salam :
"Salam sejahtera bagimu wahai Nabi warahmatullahi wabarakatuh),
Lalu unta itu diam,Rasulullah SAW pun membalasnya. Beliau bersabda “Bagaimanakah keadaanmu pagi ini”

Ketika itu, tiba-tiba datang seorang laki laki yang nampaknya seperti penjaga keamanan seraya berkata” Hai Rasulullah, Arabi ini telah mencuri lenguhan itu didengarkanya baik baik oleh Rasulullah. Dan setelah itu unta itu diam, Nabi SAW mendatangi orang itu seraya bersabda kepadanya: “ Berpalinglah engkau daripada arabi itu, karena unta itu telah bersaksi bahwa engkau adalah pendusta”. Kemudian penjaga keamanan itu pergi, lalu Rasulullah mendatangi Arabi seraya berkata:”Apa yabg engkau ucapkan ketika engkau mendatangiku?” Ia berkata: Demi Bapak dan Ibuku aku telah mengucapkan:”





Ya Allah limpahkanlah rahmat atas Muhamad sehingga tidak ada rahmat yang tersisa, Ya Allah, limpahkanlah keberkahan atas Muhammad sehingga tidak ada keberkahan yang tersisa. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas Muhammad sehingga tidak ada kesejahteraan yang tersisa. Ya Allah, rahmatilah Muhammad sehingga tidak ada rahmat yang tersisa".

Maka bersabdalah SAW. : "Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci telah menjelaskan kepadaku, dan unta itu, telah bercakap dengan permohonan uzumya (maafnya) dan para malaikat telah menutup atap langit.

Dan didalam riwayat Tabrani dari Nafi' dari Ibni 'Amir bahwa Nabi SAW telah bersabda kepada A'rabii itu: "Hai engkau, apa yang engkau katakan tadi?". Lalu iapun memberitahukan kepada beliau mengenai apa yang telah ia ucapkan. Maka bersabdalah Nabi SAW: "Karena itu, aku telah menyaksikan para malaikat menerobos jalan-jalan kota Madinah hingga hampir-hampir menutupi antara aku dan engkau". Kemudian beliau bersabda pula: "Engkau akan mendatangi Ash Shiraat (titian), sedang wajahmu lebih terang dari bulan purnama ".

Thursday, July 5, 2012

Qasidah Muhammadun Ashroful



مُحَمَّدٌ أَشْرَفُ الأَعْرَابِ وَالْعَجَمِ
مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِيْ عَلَى قَدَمِ
Muhammad adalah termulia di hadapan Arab dan Ajam
Muhammad lah sebaik-baik manusia yang berjalan di bumi ini

مُحَمَّدٌ بَاسِطُ الْمَعْرُوْفِ جَامِعُهُ
مُحَمَّدٌ صَاحِبُ الإِحْسَــانِ وَالْكَرَمِ
Muhammad adalah luas kebaikannya,dialah pengumpulnya
Muhammad lah penghulu segala kebaikan dan kemuliaan

مُحَمَّدٌ تَاجُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً
مُحَمَّدٌ صَادِقُ الأَقْوَالِ وَالكَلِمِ
Muhammad adalah mahkota para rasul ALLAH,seluruhnya
Muhammad adalah benar pada kata-katanya

مُحَمَّدُ ثَابِتُ المِيْثَاقِ حَافِظُهُ
مُحَمَّدُ طَيِّبُ الأَخْلَاقِ وَالْشِيَمِ
Muhammad adalah tetap pada janjinya
Muhammad itu cantik akhlak dan rupanya

مُحَمَّدُ رُوِيَت بِالنُّورِ طِيْنَتُهُ
مُحَمَّدُ لمَْ يَزَلْ نُوْراً مِّنَ الْقِدَمِ
Muhammad,tanah semadinya disirami dengan Nur
Muhammad,dia masih bercahaya sejak azali

مُحَمَّدُ حَاكِمُ بِالعَدْلِ ذُوْ شَرَفٍ

مُحَمَّدُ مَعْدِنُ الإِنْعَامِ وَالْحِكَمِ 

Muhammad seorang hakim yang adil,punya kemuliaan
Muhammad adalah kunci kenikmatan dan hikmah

مُحَمَّدُ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ مِنْ مُضَرِ
مُحَمَّدُ خَيْرُ رُسْلِ اللهِ كُلِّهِِمِ
Muhammad adalah semulia-mulia makhluk ALLAH,dari kaum Mudhar
Muhammad itu semulia-mulia rasul ALLAH,seluruhnya

مُحَمَّدُ دِيْنُهُ حَـــقٌّ نَدِيْنُ بِهِ
مُحَمَّدُ مُجْمِلاً حَقاً عَلَى عَلَمِ
Muhammad,agamanya adalah kebenaran,yang kita anuti
Muhammad adalah kebenaran,sebenar-benarnya

مُحَمَّدُ ذِكْرُهُ رُوْحٌ لِأَنْفُسِنَا
محمد شُكْرُهُ فَرْضٌ عَلَى الأُمَمِ
Muhammad,mengingatinya adalah seperti roh bagi kita
Muhammad,wajib kita berterima kasih kepadanya

محمد زِينَةٌ الدُنْيَا وَبَهْجَتُهَا
محمد كَاشِفٌ الغُمَّاتِ وَالظُلَمِ
Muhammad adalah penghias dunia dan penghiburnya
Muhammad,ibarat penghapus duka dan kegelapan

محمد سَيِّدُ طَابَتْ مَنَاقِبُهُ
محمد صَاغَهُ الرَحمَنُ بِالنِعمَِ
Muhammad,penghulu yang suci perbuatannya
Muhammad,diberikan sebaik-baik nikmat oleh ALLAH

محمد صَفْوَةٌ البَارِي وَخِيْرَتُهُ
محمد طَاهِرٌ مِنْ سَائِرِ التُهَمِ
Muhammad,adalah insan pilihan ALLAH,sebaik-baik makhluk
Muhammad,adalah suci daripada segala tohmahan

محمد ضَاحِكٌ لِلضَيْفِ مُكْرِمُهُ
محمد جَارُهُ وَاللهِ لمَ يُضَمِ
Muhammad,tersenyum buat tetamunya,bahkan memuliakannya
Muhammad,jirannya,demi ALLAH tidak dizaliminya

محمد طَابَتِ الدُنْيَا بِبَعْثَتِهِ
محمد جَاءَ بِالآيَاتِ وَالحِكَمِ
Muhammad,alangkah indahnya dunia dengan kehadirannya
Muhammad,telah datang dengan mukjizat dan hikmah-hikmah

محمد يَوْمَ بَعْثِ النَّاسِ شَافِعُنَا
محمد نُورُهُ الهَادِي مِنَ الظُّلَمِ
Muhammad,kelak di hari kebangkitan,dialah pemberi syafaat kita
Muhammad,nurnya ibarat penyuluh hidayah dari kegelapan

محمد قَائِمٌ لِلّهِ ذُو هِمَمِ
محمد خَاتَمُ لِلرُّسْلِ كُلِّهِمِ
Muhammad,tidak putus-putus menghadap ALLAH dengan penuh harapan
Muhammad adalah penamat sekalian rasul ALLAH,seluruhnya

Alfu Alfi Sholatul 'Adziim

Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Mursaliin
Sejuta rahmat dan sejuta keselamatan untuk-mu Wahai Pemimpin para Rasul

Memperingati bulan Sya'ban dan mempersiapkan memasuki bulan RAmadhan.. marilah kita membaca sholawat mengagungkan rasululllah..
berikut adalah salah satu sholawat agung yang bisa diamalkan. salam


Saturday, June 30, 2012

Sufi Road : Hadits Arba'in (16)

HADITS KE ENAM BELAS

Terjemah hadits:
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam: (Ya Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam ) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan kamu marah. Dia menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda: Jangan engkau marah. (Riwayat Bukhari)

Kandungan Hadist:
1. Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat yang baik.
2. Larangan marah.
3. Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya dan kedudukannya.

Friday, June 29, 2012

Rare Audio: suara langka dari ulama-ulama di damaskus

Assalamualaikum
Mendengarkan suara orang-orang soleh dapat menggetarkan hati kita dengan kelembutan dan nurnya. Berikut adalah potongan-potongan audionya. salam

1. Shaykh Salih al-Hamawi Alayhi Rahma from Damascus (d. 17/6/2009)  

2. Shaykh Hasan Habanaka Alayhi Rahma from Damascus


3. Shaykh Abdul Karim al-Rifai Alayhi Rahma from Damascus


4. Shaykh Mullah Ramadan al-Bouti


5. Shaykh Alauddin Alia


6. Hazrat Qalandar Baba Auliya


7. Syed Muhammad Suhail from Damascus

Sunday, June 24, 2012

Habib Lutfi: Amalan Bertemu Nabi Khidir

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya senang dapat berkonsultasi. Saya mohon penjelasan tentang beberapa hal.
Pertama, benarkah ada wirid dan amalan agar dapat bertemu dengan Nabi Khidhir dan Wali Sanga? Jika benar, apa wirid dan amalan tersebut? Kedua, ada beberapa orang yang katanya dapat bertemu dengan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Benarkah yang mereka temui untuk berkonsultasi itu adalah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga?
Ketiga, bolehkah penganut tarekat belajar menjadi paranormal? Samakah paranormal dengan Kahin yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah (saw)?
Keempat, bolehkah seseorang berbaiat kepada dua orang mursyid sekaligus, misalkan Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah dan Sadziliyah? Demikian pertanyaan kami. Atas penjelasannya, kami haturkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Taufiq S.

Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Amalan atau wirid yang bisa mengantar atau membantu kita agar bertemu Nabi Khidhir dan Nabi Muhammad itu memang betul ada. Tapi masalah bertemu dengan para Wali Sembilan atau bertemu dengan para wali lainnya itu adalah bagian dari nilai tambah membaca amalan itu. Beberapa wirid yang insya Allah bisa membantu maksud dan tujuan Anda, antara lain dengan membaca al-Ismu al-A'zham yang tertera dalam kitab Sa'adatu Ad-Darrayn. Shalawat tersebut adalah milik Syekh Muhammad Taqiyyudin al-Hambali. Bunyi shalawat itu cukup panjang dan dimulai dengan kata-kata "Allahumma Inni as'aluka bismika al-a'zham" yang artinya, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan berkat nama-Mu Yang Maha Agung." Atau bacaan lain berupa kalimat shalawat. Beberapa wirid itu dapat membantu mempermudah untuk bertemu dengan Baginda Nabi Muhammad (saw) atau Nabi Khidir (as).

Masalah bertemu dengan para wali Allah, seperti pertanyaan Anda yang kedua, bisa dikatakan mudah. Para wali Allah yang sudah sempurna kedudukan dan kewaliannya adalah bagian dari para pewaris Nabi. Sedangkan setan tidak bisa menyerupai Nabi. Makanya para wali Allah yang benar-benar mencapai derajat yang tinggi adalah bagian dari pewaris Nabi, yang tidak mampu diserupai oleh setan.

Masalahnya, orang yang bertemu itu sendiri harus bisa memahami, ilmu tauhidnya harus benar, bisa membedakan mana Sunan Bonang yang sebenarnya dan mana yang mengaku sebagai Sunan Bonang (bukan menyerupai). Mengaku berbeda dengan menyerupai. Kalau menyerupai, setan dijamin tidak bisa menyerupai para wali Allah. Kebenarannya, semua berpulang kepada apa yang diberikan oleh beliau, melanggar syariah atau tidak.

Perlu dicatat, pertama, yang membedakan antara zat yang sekadar mengaku dan yang sebenarnya, terletak pada apa yang diperintahkan. Kedua, bila sudah bertemu, bagaimanakah orang tersebut, apakah ia semakin kuat dalam agamanya atau tidak. Kalau semakin tekun terhadap agamanya, itulah yang disebut khaddam. Tapi, kalau maksiatnya semakin menjadi-jadi, berarti yang datang itu sekadar mengaku. Belajar untuk memenuhi kewajiban dalam menuntut ilmu, termasuk belajar menjadi paranormal, itu tidak ada persoalan. Yang jadi masalah kalau seorang ahli tarekat yang sudah benar mau belajar menjadi paranormal. Alasannya pertama karena, pembukaan hijab (tirai) paranormal itu sudah ada dalam tarekat. Kalau paranormal hanya enam buah hijab, sedangkan tarekat itu ada sebelas buah. Makanya, sesungguhnya malah tidak masuk akal dan tidak akan terurai sebenarnya, di mana seorang ahli tarekat belajar menjadi paranormal (yang derajatnya lebih rendah).

Mengapa para ahli tarekat enggan mempelajari ilmu paranormal. Karena ada batasan atau koridor bahwa ahli tarekat itu tidak mau mendahului kehendak Allah. Ada paranormal yang bisa dikatakan sebagai seorang Kahin, dan ada yang tidak. Perbedaannya adalah bagaimana memulainya. Kalau pemahaman agamanya kuat, maka ia merupakan seorang yang beretika, beradab, dan hanya tunduk kepada-Nya. Dengan keahlian batinnya, justru akan menambah keimanan, karena ia tahu berbagai rahasia yang diberikan kepada hamba-Nya.

Tidak ada masalah kalau berbaiat terhadap dua orang mursyid, asalkan memahami benar koridor yang harus diperhatikan. harus diperhatikan bahwa baiat yang pertama itu sifatnya mutlak. Persoalannya, setelah menjalani baiat yang kedua, apakah dia menanggalkan baiat yang pertama atau tidak. Kalau sampai meninggalkan, itu berbahaya, karena bisa terkena dosa.

Selanjutnya, kenapa banyak mursyid yang tidak memperkenankan dua kali baiat, karena ada asrar (rahasia) yang berbeda dari kedua tarekat yang diikutinya. Ini bisa sangat berbahaya bagi orang yang dibaiat, apalagi kalau dia belum mengetahuinya. Satu orang mengikuti dua tarekat sekaligus bisa diumpamakan satu rumah dengan dua mesin listrik yang berasal dari mesin diesel dan listrik PLN. Diesel digunakan untuk menggantikan listrik sewaktu padam. Tapi bagaimana bisa dibayangkan kalau diesel dan listrik itu dinyalakan secara bersama-sama. Demikian, semoga Anda puas.

Sumber : Majalah Al Kisah