Sunday, June 24, 2012

Habib Lutfi: Amalan Bertemu Nabi Khidir

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya senang dapat berkonsultasi. Saya mohon penjelasan tentang beberapa hal.
Pertama, benarkah ada wirid dan amalan agar dapat bertemu dengan Nabi Khidhir dan Wali Sanga? Jika benar, apa wirid dan amalan tersebut? Kedua, ada beberapa orang yang katanya dapat bertemu dengan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Benarkah yang mereka temui untuk berkonsultasi itu adalah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga?
Ketiga, bolehkah penganut tarekat belajar menjadi paranormal? Samakah paranormal dengan Kahin yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah (saw)?
Keempat, bolehkah seseorang berbaiat kepada dua orang mursyid sekaligus, misalkan Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah dan Sadziliyah? Demikian pertanyaan kami. Atas penjelasannya, kami haturkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ahmad Taufiq S.


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Amalan atau wirid yang bisa mengantar atau membantu kita agar bertemu Nabi Khidhir dan Nabi Muhammad itu memang betul ada. Tapi masalah bertemu dengan para Wali Sembilan atau bertemu dengan para wali lainnya itu adalah bagian dari nilai tambah membaca amalan itu. Beberapa wirid yang insya Allah bisa membantu maksud dan tujuan Anda, antara lain dengan membaca al-Ismu al-A'zham yang tertera dalam kitab Sa'adatu Ad-Darrayn. Shalawat tersebut adalah milik Syekh Muhammad Taqiyyudin al-Hambali. Bunyi shalawat itu cukup panjang dan dimulai dengan kata-kata "Allahumma Inni as'aluka bismika al-a'zham" yang artinya, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan berkat nama-Mu Yang Maha Agung." Atau bacaan lain berupa kalimat shalawat. Beberapa wirid itu dapat membantu mempermudah untuk bertemu dengan Baginda Nabi Muhammad (saw) atau Nabi Khidir (as).

Masalah bertemu dengan para wali Allah, seperti pertanyaan Anda yang kedua, bisa dikatakan mudah. Para wali Allah yang sudah sempurna kedudukan dan kewaliannya adalah bagian dari para pewaris Nabi. Sedangkan setan tidak bisa menyerupai Nabi. Makanya para wali Allah yang benar-benar mencapai derajat yang tinggi adalah bagian dari pewaris Nabi, yang tidak mampu diserupai oleh setan.

Masalahnya, orang yang bertemu itu sendiri harus bisa memahami, ilmu tauhidnya harus benar, bisa membedakan mana Sunan Bonang yang sebenarnya dan mana yang mengaku sebagai Sunan Bonang (bukan menyerupai). Mengaku berbeda dengan menyerupai. Kalau menyerupai, setan dijamin tidak bisa menyerupai para wali Allah. Kebenarannya, semua berpulang kepada apa yang diberikan oleh beliau, melanggar syariah atau tidak.

Perlu dicatat, pertama, yang membedakan antara zat yang sekadar mengaku dan yang sebenarnya, terletak pada apa yang diperintahkan. Kedua, bila sudah bertemu, bagaimanakah orang tersebut, apakah ia semakin kuat dalam agamanya atau tidak. Kalau semakin tekun terhadap agamanya, itulah yang disebut khaddam. Tapi, kalau maksiatnya semakin menjadi-jadi, berarti yang datang itu sekadar mengaku. Belajar untuk memenuhi kewajiban dalam menuntut ilmu, termasuk belajar menjadi paranormal, itu tidak ada persoalan. Yang jadi masalah kalau seorang ahli tarekat yang sudah benar mau belajar menjadi paranormal. Alasannya pertama karena, pembukaan hijab (tirai) paranormal itu sudah ada dalam tarekat. Kalau paranormal hanya enam buah hijab, sedangkan tarekat itu ada sebelas buah. Makanya, sesungguhnya malah tidak masuk akal dan tidak akan terurai sebenarnya, di mana seorang ahli tarekat belajar menjadi paranormal (yang derajatnya lebih rendah).

Mengapa para ahli tarekat enggan mempelajari ilmu paranormal. Karena ada batasan atau koridor bahwa ahli tarekat itu tidak mau mendahului kehendak Allah. Ada paranormal yang bisa dikatakan sebagai seorang Kahin, dan ada yang tidak. Perbedaannya adalah bagaimana memulainya. Kalau pemahaman agamanya kuat, maka ia merupakan seorang yang beretika, beradab, dan hanya tunduk kepada-Nya. Dengan keahlian batinnya, justru akan menambah keimanan, karena ia tahu berbagai rahasia yang diberikan kepada hamba-Nya.

Tidak ada masalah kalau berbaiat terhadap dua orang mursyid, asalkan memahami benar koridor yang harus diperhatikan. harus diperhatikan bahwa baiat yang pertama itu sifatnya mutlak. Persoalannya, setelah menjalani baiat yang kedua, apakah dia menanggalkan baiat yang pertama atau tidak. Kalau sampai meninggalkan, itu berbahaya, karena bisa terkena dosa.

Selanjutnya, kenapa banyak mursyid yang tidak memperkenankan dua kali baiat, karena ada asrar (rahasia) yang berbeda dari kedua tarekat yang diikutinya. Ini bisa sangat berbahaya bagi orang yang dibaiat, apalagi kalau dia belum mengetahuinya. Satu orang mengikuti dua tarekat sekaligus bisa diumpamakan satu rumah dengan dua mesin listrik yang berasal dari mesin diesel dan listrik PLN. Diesel digunakan untuk menggantikan listrik sewaktu padam. Tapi bagaimana bisa dibayangkan kalau diesel dan listrik itu dinyalakan secara bersama-sama. Demikian, semoga Anda puas.

Sumber : Majalah Al Kisah

Share this post to other.

28 comments:

Anonymous said...

Assalamualaikum...
sy mau nanya sejak kapan Nabi Khidir diangkat menjadi Nabi?

Anonymous said...

sejak anda punya niat bertanya

Anonymous said...

imam syafi'i dalam kitabnya al'um memperingati kaum muslimin agar jangan mengambil ilmu dari 3 kaum.
pertama : sufi
kedua : mubtadi
ketiga : qosos
barakallahufikum

Anonymous said...

nabi khidir adalah nabi pada zaman nabi Musa

zezz said...

Tidaklah benar imam syafi'i menolak kaum sufi. silahkan melampirkan bab didalam Al Um yang menyebutkan hal tersebut. ada penjelasanya

Anonymous said...

Assalamu'alaikum.. Saya seorg wanita.. Dan begitu sering d datangi para wali Allah lewat mimpi.. Mereka sll memberikan nasehat ttg byk hal..2mgg ygll saya mendapatkan sebuah mimpi.. Sosok laki2 yg keluar dr cahaya.. Setelah salam beliau mrmperkenalkan dirinya.. "aq khidir.." padahal tdk ada amalan apa2 yg saya baca..

Anonymous said...

Nabi khidir sdh wafat dan perkara2 utk menemuinya tdk pernah nabi ajarkan kecuali anda bisa kasih dalilnya ?.si habib blg ahli tarekat enggan krn ada koridor utk tdk mendahului kehendak allah swt....sy katakan klo lah manusia tdk enggan pun tidak akan bisa..tdk akan mampu..naudzubillah

Romeo1 said...

@Anonymous, belajarlah dulu mengenali hati & diri anda, sebelum anda mengkaji sesuatu yg lebih jauh.
Kenalilah yg dekat sebelum mengenali yg lain.

sang abdi said...

@Anonymous, apakah anda pernah mendengar dzikiran Gus Dur...?
mungkin anda termasuk disana

Anonymous said...

Nauszubillah....

Kasiyono. said...

@ Said : Habib juga manusia, bisa saja salah dalam menulis/bahasa, mekipun kita tidak tahu maksud yang sebenarnya. kalau kita menjadi orang yang bijak manalah bisa mungkin membahas masalah ini. Ambil intinya. kalau anda bersalah manakah yang anda rela, dipermasalahkan atau dimaafkan?.

Shaifulrizan epul said...

Tak usah..mengagung sangat perkara yg x semestinya terjadi..kalau ditemukn dengan rasulullah dlm mimpi Alhamdulillah...kalau ditemukn dengan nabi khidir a.s pun alhamdulillah..tapi yg wali2 nya..biasa aja kok..kerna pilihan ku brjumpa dengan sahabat nabi s.a.w sebab itu lbeh afdal...hehehe..fikirin deh...

Anonymous said...

SEMUA PERKATAAN DAN KEJADIAN DIAMBIL HIKMAHNYA SAJA JANGANLAH SESAMA MUSLIM SALING BERCERAI BERAI,.

semua belajar mengenai ilmu Allah, semua tidak ada yang lebih pintar kecuali yang Maha Mempunyai Ilmu

Anonymous said...

apa dalilnya kalo nabi khidir wafat.,
perkara tanpa ilmu itu sesat mas

Anonymous said...

Menghina makhluk Allah adalah menghina Allah. []

Anonymous said...

Hidup adalah ujian ....utk dpt kembali kepadaNYA, mk jalanilah hidup sesuai Tuntunan spt Rasulullah ajarankan ..
Allah maha mengetahui
Amin

cekak ilmu said...

Sesama muslim mbok jangan malah bertengkar.Jangan pula ada yang merasa paling benar sehingga merendahkan saudara lainnya.

Anonymous said...

lha mbok jangan malah bertengkar dengan sesama muslim.jangan pula merasa paling benar sehingga malah merendahkan saudara yang lain.

Anonymous said...

Oalah mas mas , wong ilmu kari moco wae ndadak takok dalil

Anonymous said...

Numpang lewt,bukan kah yg mempunyai ilmu adalah allah,kenapa hrs di persoalkn,manusia adalah hanya sekedr alat yg di gerakan oleh allah,manusia bagaikn bangkai yg berjaln di muka bumi ini,

rheztu zhatriany said...

assalamu'alaikum habib lutfi..

Anonymous said...

Belajarlah untuk tafakur...lihat lah sholat tarawih di mekkah tu aturan menjadikan kita buat berfikir bahwa hanya eang saling menyalahkan lah yang salah...sma halnya juga dgn berpendapat....pikirkan lah...

La Faiziyours said...

apapun yg diucapkan mk yg baik ambillah sbg plajaran yg tidk ada manfaatx tinggalkn saja.

hamba allah said...

ilmu allah itu luas.
Dan bnyak yg dikaruniahkan kpd hambanya yg tertentu.
Dan karunia/karomah itu diluar nalar/logika..
.hal ini kdang sering dperdbatkan oleh orang yg tdk prcaya ghoib dn orang yg percaya kekuasaan allah.
Krn kun/jadilah fayakun/maka jadilah.

Sri Indrisari said...

Janganlah kamu saling mendebatkan tentang ilmu Allah SWT, Karena kamu tidak tau apa2 tentang itu. Saling mengingatkanlah kamu dalam kebenaran, tapi tidak dengan paksaan. Semua sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.

Anonymous said...

Assalamu'alaikum wr wb.
Saudara-saudariku, ilmu اَللّهُ, itu bukan untuk diperdebatkan. Buka, baca dan pahamilah QS Al-Baqarah : 177.
Dan pelajarilah ilmu tasawuf dengan didampingi Mursyd. Insya اَللّهُ, kita akan tahu segala rahasia ilmu اَللّهُ,.

hamba Allah said...

salam sebelum membuka karomah ini mengertilah ye kita semua awalludin makrifatullah.awal2 islam mengenal Allah s.w.t..amalan masing2 tapi tujuan nye sama.siapalah kita untuk menentukan qada dan qadar ALLAHS.w.t.moga2 segala pemahahaman diterima secara redha dan tawadduk.

Anonymous said...

intinya kan sama menyemba tuhan kang moho suci yaiku ALLOH....

kog repot2 jempole cerewet...

yg belum masuk islam la itu mari diajak untuk nyembah ALLOH...


apa ente yang paham dalil dan artinya itu pernah hidup dijaman pembuatan kitab itu....

apa ente didatangi malaikat jibril lalu jibril berkata pada ente bahwa dalil ente benar????!!!!