Pernah Imam Al Ghazali ditemui dalam suatu mimpi, lalu kepada beliau ditanyakan "Bagaimana perlakuan Allah terhadap tuan?", lalu beliau menjawab : Terlebih dahulu Allah menempatkan aku ditengah tengah anugerah-Nya. Lalu Allah menanyai saya "Lantaran apa Aku membawamu ke sisi-Ku?". Akupun menyebutkan berbagai amal perbuatanku, sehingga Allah memotong dengan firman-Nya "Aku tidak menerima itu semua. Yang Aku terima ialah satu kebajikanmu, dimana pada suatu hari engkau tengah menulis kemudian ada seekor lalat hinggap pada penamu untuk minum dawatnya; dan dengan kasih sayang engkaupun berhenti sejenak sampai lalat tersebut memperoleh kesegaran". Kemudian Allah memerintahkan "Bawalah Hambaku ini ke surga !".
Rasulullah bersabda : "Allah Maha Penyayang berkenan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada mereka yang bersikap penyayang, maka dari itu sayangilah penduduk bumi agar kalian disayangi oleh penduduk langit"..
Jalan orang-orang sufi.. Pecinta menuju makrifatullah Blog ini saya persembahkan untuk saudara2ku sesama muhibbun pencari cinta dan makrifatullah,belajar dan mengikuti jalan tasawuf. Meneladani dan mengikuti jalan para Awlia Allah. Semua Artikel dan foto didalam blog ini dibuat untuk pecinta ilmu dan penambah wawasan keislaman. sy perbolehkan untuk dicopy atau didownload dengan tetap mencantumkan sumber artikel
Showing posts with label Hikmah Imam Al Ghazali. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Imam Al Ghazali. Show all posts
Thursday, November 19, 2015
Hikmah Imam Al Ghazali: Mujahadah
Imam Al-Ghazali mengatakan: “Mujahadah merupakan energi jiwa yang akan menghantarkan engkau memperoleh kebahagiaan. Karena itu, jiwa harus dibersihkan terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang telah menyucikan jiwanya, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya,” (QS Asy-Syams [91]: 9-10)
Mengingat kunci kebahagiaan itu terletak pada jiwa, maka Allah SWT mengagungkan dan menyandarkan jiwa itu kepada Dzat-Nya. Hal ini sekaligus menunjukkan betapa Dia telah mengistimewakan dan memuliakannya. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah, kemudian apabila telah Kusempurnakan kejadiaannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan-Ku), maka hendaklah engkau tersungkur dengan bersujud kepada-Nya.” (QS Shad [38]: 71-72)
Dari ayat di atas jelas sekali Allah mengingatkan bahwa manusia itu diciptakan dari tubuh yang dapat dilihat dengan penglihatan mata dan jiwa (ruh), yang dipertemukan dengan akal dan mata hati, bukan dengan indera. Allah menyandarkan tubuh manusia itu pada tanah, dan menyandarkan ruh kepada ruh ciptaan-Nya.
Dari ayat di atas jelas sekali Allah mengingatkan bahwa manusia itu diciptakan dari tubuh yang dapat dilihat dengan penglihatan mata dan jiwa (ruh), yang dipertemukan dengan akal dan mata hati, bukan dengan indera. Allah menyandarkan tubuh manusia itu pada tanah, dan menyandarkan ruh kepada ruh ciptaan-Nya.
Merujuk firman Allah di atas, maka yang kami maksud dengan jiwa adalah ruh ciptaan-Nya. Dengan pengertian ini, orang-orang yang memiliki mata hati harus sadar bahwa jiwa atau ruhnya lebih luhur daripada tubuh yang hina yang berada di bumi ini. ”
Sumber: Imam Al-Ghazali dalam Kitab Mizan Al-Amal
Labels:
Hikmah Imam Al Ghazali
Wednesday, November 18, 2015
Hikmah Imam Al Ghazali: Berwudhu
Imam Al Ghazali didalam kitabnya Bidayatul Hidayah menjelaskan tujuh hal yang dimakruhkan didalam berwudhu yaitu:"
1. Jangan mengibaskan tanganmu karena air akan berserakan
2. jangan menampar wajah dan kepalamu dengan air (jangan membasuh dengan keras, tetapi hendaknya dengan lembut)
3. jangan berbicara saat wudhu
4. jangan menambah basuhan atau usapan lebih dari tiga kali
5. jangan memperbanyak siraman air jika tidak perlu atau hanya sebab alasan was was, karena bagi para penderita was was terdapat setan yang selalu mempermainkan mereka bernama 'wal han'
6. jangan berwudhu dengan air yang panas karena sengatan matahari
7. jangan berwudhu dengan air yang berwadah kuning (emas dan perak)."
semoga bermanfaat menyempurnakan syariat kita dalam berwudhu.
1. Jangan mengibaskan tanganmu karena air akan berserakan
2. jangan menampar wajah dan kepalamu dengan air (jangan membasuh dengan keras, tetapi hendaknya dengan lembut)
3. jangan berbicara saat wudhu
4. jangan menambah basuhan atau usapan lebih dari tiga kali
5. jangan memperbanyak siraman air jika tidak perlu atau hanya sebab alasan was was, karena bagi para penderita was was terdapat setan yang selalu mempermainkan mereka bernama 'wal han'
6. jangan berwudhu dengan air yang panas karena sengatan matahari
7. jangan berwudhu dengan air yang berwadah kuning (emas dan perak)."
semoga bermanfaat menyempurnakan syariat kita dalam berwudhu.
Labels:
Hikmah Imam Al Ghazali
Hikmah Imam Al Ghazali : Nafsu
Imam Al Ghazali berkata:" Jika nafsumu mengajakmu meninggalkan berbagai macam wirid maupun zikir yang telah kami sebutkan karena merasa berat ataupun malas, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya setan terlaknat telah mencoba untuk menutupi hatimu dengan penyakit-penyakit hati yaitu cinta harta dan cinta kedudukan.
Karena itu, engkau harus berhati-hati agar engkau tidak tertipu oleh tipuannya, jika tidak maka engkau akan menjadi menjadi bahan tertawaan da cemoohan bagi syaithan, dan dia akan mencelakakan serta menghina dirimu. Sebenarnya jika engkau melatih dirimu untuk sabar dalam mengkontinyukan wirid dan ibadah tersebut walaupun terasa berat, malas ataupun enggan maka itu adalah sebuah kebaikan. Akan tetapi jika timbul rasa cinta kepada ilmu yang bermanfaat dan engkau dapat bersifat ikhlas utuk Allah dan untuk meraih keuntungan akhirat di dalam mencarinya, maka ketahuilah bahwa pahala mendalami ilmu yang bermanfaat lebih diutamakan daripada wirid dan dzikir yang telah disebutkan, yaitu Selama niatannya benar.
Yang paling pokok dalam hal ini adalah niat, jika niatnya benar maka ilmu akan membawa derajat yang agung namun jika tidak benar, maka ilmu hanya akan menjadi gudang kehancuran. Yaitu tempat tertipunya orang-orang yang bodoh dan tempat tergelincirnya para pembesar dan pejabat.
sumber : Bidayatul Hidayah : Imam Al Ghazali
sumber : Bidayatul Hidayah : Imam Al Ghazali
Labels:
Hikmah Imam Al Ghazali
Hikmah Imam Al Ghazali
Imam Al Ghazali berkata:".... Maka keyakinanmu bahwa engkau lebih baik dari orang lain adalah kebodohan yang fatal. Oleh karena itu sebaiknya engkau tidak melihat siapapun kecuali engkau menganggap ia lebih baik darimu, dan bahwa kelebihan dan keutamaan ada padanya, bukan pada dirimu yang penuh kekurangan.
Jika melihat anak kecil katakanlah didalam hatimu, "Dia ini tidak banyak maksiat kepada Allah karena masih kecil sedang aki banyak maksiat kepada-Nya, maka jelas ia lebih baik dariku. Jika engkau melihat orang tua berkatalah, "Orang ini menyembah Allah sebelum diriku, maka jelas ia lebih baik dariku. Jika engkau melihat orang laim katakanlah, "Orang ini dikaruniakan sesuatu yang aku tidak mendapatkanya, dia telah mencapat tingkatan yang aku belum mencapainya dan megetahui ilmu yang aku belum memahaminya, maka bagaimana aku merasa sama dengannya?". Jika engkau melihat orang bodoh katakanlah, "Orang ini bermaksiat kepada Allah karena kebodohanya, sedangkan aku bermaksiat kepada Allah padahal aku berilmu, karenanya alasan Allah untuk menyiksaku lebih kuat, apalagi aku tidak tahu akhiranku dan akhiranya!? dengan alasan apa aku merasa lebih baik dari dirinya?". Bahkan jika engkau melihat orang kafirpun katakanlah," Aku tidak tahu, mungkin saja dia akan masuk islam dan diakhiri usianya dengan kebaikan, mungkin dia akan terlepas dari dosa seperti tercerabutnya rambut dari bubur, sementara aku belum jelas, aku masih khawatir Allah akan menyesatkan aku lalu aku menjadi kafir dan diakhir hidupku dengan keburukan. Dengan demikian, mungkin saja dia menjadi orang yang dekat dengan Allah, sedang aku menjadi orang yang jauh dari-Nya. lalu dengan dalil apa aku merasa lebih baik darinya!".....
"Oleh karena itu, lebih baik engkau sibuk memikirkan akhir kehidupanmu daripada sombong kepada hamba2 Allah yang lainnya. Tidak ada jaminan bahwa keyakinan dan keimanan yang kau miliki sekarang tidak akan berubah dilain waktu yang akan datang, karena sesungguhnya hanya Allah lah yang Maha menggenggam hati dan membolak balikanya, Dia memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki dan menyesatkan orang yang Dia kehendaki pula..".
(Imam Al Ghazali : Bidayatul Hidayah)
Jika melihat anak kecil katakanlah didalam hatimu, "Dia ini tidak banyak maksiat kepada Allah karena masih kecil sedang aki banyak maksiat kepada-Nya, maka jelas ia lebih baik dariku. Jika engkau melihat orang tua berkatalah, "Orang ini menyembah Allah sebelum diriku, maka jelas ia lebih baik dariku. Jika engkau melihat orang laim katakanlah, "Orang ini dikaruniakan sesuatu yang aku tidak mendapatkanya, dia telah mencapat tingkatan yang aku belum mencapainya dan megetahui ilmu yang aku belum memahaminya, maka bagaimana aku merasa sama dengannya?". Jika engkau melihat orang bodoh katakanlah, "Orang ini bermaksiat kepada Allah karena kebodohanya, sedangkan aku bermaksiat kepada Allah padahal aku berilmu, karenanya alasan Allah untuk menyiksaku lebih kuat, apalagi aku tidak tahu akhiranku dan akhiranya!? dengan alasan apa aku merasa lebih baik dari dirinya?". Bahkan jika engkau melihat orang kafirpun katakanlah," Aku tidak tahu, mungkin saja dia akan masuk islam dan diakhiri usianya dengan kebaikan, mungkin dia akan terlepas dari dosa seperti tercerabutnya rambut dari bubur, sementara aku belum jelas, aku masih khawatir Allah akan menyesatkan aku lalu aku menjadi kafir dan diakhir hidupku dengan keburukan. Dengan demikian, mungkin saja dia menjadi orang yang dekat dengan Allah, sedang aku menjadi orang yang jauh dari-Nya. lalu dengan dalil apa aku merasa lebih baik darinya!".....
"Oleh karena itu, lebih baik engkau sibuk memikirkan akhir kehidupanmu daripada sombong kepada hamba2 Allah yang lainnya. Tidak ada jaminan bahwa keyakinan dan keimanan yang kau miliki sekarang tidak akan berubah dilain waktu yang akan datang, karena sesungguhnya hanya Allah lah yang Maha menggenggam hati dan membolak balikanya, Dia memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki dan menyesatkan orang yang Dia kehendaki pula..".
(Imam Al Ghazali : Bidayatul Hidayah)
Subscribe to:
Posts (Atom)


