M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen
SALAM sayangku padamu, cucu-cucuku, saudara-saudaraku dan anak-anakku.
Lihatlah pakaianmu. Lihatlah betapa kotor pakaianmu. Pakaian-pakaianmu telah sangat berubah sejak engkau membelinya pertama kali! Warna-warnanya telah pudar, dan penuh dengan keringat. Ciumlah, pakaian-pakaian itu berbau busuk!
Sekarang, ciumlah bau badanmu! Bau segala sesuatu yang engkau makan, ada dalam keringatmu. Jika engkau makan daging sapi, maka bisa berbau seperti sapi. Jika engkau makan daging kambing, maka bisa berbau seperti kambing. Jika engkau makan ikan, maka bisa berbau seperti ikan, dan jika engkau makan ayam, maka engkau akan berbau seperti ayam. Bahkan jika kamu minum obat, maka akan berbau seperti obat ketika engkau sendawa. Dari mana semua bau badan ini berasal? Dari dalam tubuhmu. Bau badan tersebut berasal dari makanan yang telah engkau makan dan masuk ke dalam tubuhmu. Itulah mengapa engkau berbau dan mengapa pakaianmu berbau, yang berasal dari keringat, dari semua makanan yang telah engkau tumpuk dalam tubuhmu.
Bau busuk dan kotoran yang terkumpul pada pakaianmu bisa dicuci, tapi apa yang bisa dilakukan untuk bau yang ada di dalam tubuh? Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, cobalah untuk merenungkannya!
Engkau mencuci pakaianmu, bukan? Engkau berpendapat, “Aku pasti kelihatan menarik. Aku harus tampak menjadi orang penting,” dan dengan demikian, engkau menjaga kerapian serta kebersihan pakaianmu. Di zaman kuno, orang-orang harus menghempas-hempaskan pakaiannya ke batu di pinggir sungai untuk membersihkannya, tapi sekarang, ilmu pengetahuan telah memberi kita mesin cuci dan kita cukup menambahkan sedikit sabun. Tapi pakaian itu benar-benar menderita dalam mesin cuci tadi. Suatu hari nanti, perhatikan bagaimana sebuah mesin cuci bekerja dan engkau akan melihat bagaimana pakaian-pakaian itu menderita. Pakaian-pakaian tersebut dicampuradukkan, dikucek, digosok-gosok, dan dilempar. Bahkan jika kau mencucinya dengan tangan harus menyabunnya dan membilasnya. Itu satu-satunya cara bagaimana kotoran bisa dihilangkan. Pakaian begitu penting, untuk menatamu agar kelihatan menarik, seperti seorang pengantin laki-laki atau perempuan.
Anak-anakku, dengan cara yang sama, engkau harus melenyapkan
bau yang berasal dari setiap pori kulitmu. Penyakit berbau dan karma ini, ilusi, kesombongan, iri hati, keraguan, kebencian, kemarahan, bakhil, kerakusan, fanatik, kecemburuan, perbedaan antara dirimu dan aku, milikku dan milikmu, kepunyaanku dan kepunyaanmu, agamaku dan agamamu, bahasaku dan bahasamu, anakku dan anakmu ini - betapa semua ini busuk! Semuanya mengeluarkan bau busuk setiap detik dari setiap pori tubuhmu.
Sangatlah sukar untuk melenyapkan bau busuk yang berasal dari barang-barang yang telah engkau cari dan yang telah menumpuk dalam dirimu. Dan karena begitu sulit, maka ini mungkin sedikit sakit ketika engkau mencoba untuk mencuci bau busuk ini. Jika engkau menderita penyakit yang mengan dung infeksi dan dokter mengangkat penyakit itu dengan pisau bedahnya, maka engkau mungkin menangis karena sakitnya.
Jika engkau menginjak duri dan dokter mencabutnya, maka engkau makin merasa sakit sehingga engkau mencoba memukul atau menggigit dokter itu. Cukup sulit bagi dokter untuk menjalankan pekerjaan ini tanpa engkau memarahinya dan menganggapnya sebagai orang brengsek.
Engkau mungkin bereaksi dengan cara yang sama ketika datang kepada seseorang yang memiliki kearifan dan sifat-sifat yang baik dan dia mencoba menolong dirimu dari penyakit karma. Ini benar-benar sangat berat. Engkau akan menderita ketika seseorang yang tahu, mengatakan penyakitmu itu. Pikiran dan keinginanmu, rasa lapar, penyakit, usia tua, dan kematianmu, akan menderita. Empat ratus triliun sepuluh ribu penyakit yang menumpuk dalam dirimu akan mengalami penderitaan.
Jika seseorang memberitahumu untuk membuang hal-hal yang telah engkau pelihara dengan begitu hati-hati, maka ini akan membuatmu sedih. Engkau akan berteriak kepadanya dan penuh keraguan, kemarahan, iri hati, dan kemudian engkau akan kabur.
Jadi akan lebih mudah untuk mengunjungi seseorang yang memiliki sifat-sifat sama seperti dirimu, yaitu seseorang yang hanya akan berkata, “Oh, tidak ada yang menyimpang. Tidak ada masalah. Engkau berbau harum, pakai saja sedikit obat pengharum badan. Aku menyukaimu. Makanlah apa saja yang engkau inginkan dan ucapkan mantra apa saja yang engkau pilih. Kemudian, engkau akan gembira.” Engkau akan menyukainya. Engkau akan berkata bahwa dialah dokter yang baik, guru yang baik, dan syekh yang baik.
Tapi coba pikirkan! Karena dia berbau persis sepertimu, maka dia tidak akan keberatan dengan baumu. Bau busuknya dan bau busukmu akan membaur dengan baik, tapi bahkan binatang-binatang akan berlari kabur menjauhi bau busuk itu, dan bau busuk itu begitu menusuk. Pikirkan tentang sigung.
Orang menganggap seekor sigung kerbau mengerikan, kecuali sigung yang lain. Jadi, ketika dua sigung bertemu, mereka bahagia. Tapi umat manusia akan melakukan apa saja untuk membuang bau busuk itu.
Cucu-cucuku, sebagaimana seekor sigung tidak tahu bahwa sigung yang lain juga berbau, maka karma tidak mengenal bau karma. Tapi seorang manusia bijak akan tahu. Dia akan mencoba untuk membuang bau busuk itu. Seorang guru palsu hanya akan menikmati bau karma. Dia tidak akan membantumu untuk membuang sifat busukmu, dan dengan demikian, sifat busuk tersebut akan terus tumbuh dalam dirimu. Dia akan minta uang dan berkata, “Lakukan ini, lakukan itu. Berilah aku 200 dolar, dan segala sesuatunya akan berubah menjadi baik!”
Seorang guru palsu minta uang, tapi seseorang bijak sejati berkata, “Aku tidak menginginkan apa pun. Sudah, cukup jika engkau menjadi baik.”
Seorang tabib sejati yang mencoba untuk menyembuhkan penyakitmu, mungkin menyebabkan rasa sakit pada dirimu. Sungguh berat untuk membasuh keadaan buruk itu karena penyakit merupakan bagian dari daging, darah, dan pikiranmu.
Penyakit melekat pada dirimu seperti cat. Mencoba untuk mengikis atau menghapus penyakit secara menyeluruh, sangatlah sukar. Penyakit harus diatasi dengan \[sikap] sabar dan syukur, dengan berpuas diri dan kesabaran hati. Cucu-cucuku, engkau membutuhkan iman, kemantapan hati, dan kepastian. Engkau membutuhkan semua sifat Allah. Maka cat itu bisa dihapus dengan kearifan dan cinta, dan engkau bisa bersih.
Salam sayangku padamu. Sungguh sulit untuk membuang karma bawaan. Sungguh sulit untuk mencuci dan menghapus kecongkakan, karma dan ilusi, tarahan, singhan dan suran, tiga anak ilusi. Sangatlah sukar untuk membuang kebencian, kerakusan, fanatisme, dan kecemburuan. Sangatlah sukar untuk menghapus keadaan mabuk, pencurian, pembunuhan, kebohongan, kemarahan, kegugupan, ketidaksabaran, egois, kesombongan, keraguan, kecurigaan, dan perpecahan yang diciptakan pikiran antara agama dan warna. Hanya jika engkau memiliki kesabaran, rasa senang, iman, kemantapan hati, dan semua sifat Allah, maka orang bijak akan mampu membuatmu seindah dan sebersih dirinya. Dia selalu mencoba melaksanakan tugasnya. Dia idak mencari apa-apa darimu.
Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Berpikirlah tentang hal ini dan perkuatlah imanmu! Kita harus membuang karma ini, bau busuk ini. Bau busuk ini menghancurkan kehidupan dan kebebasan jiwa. Bau busuk ini bisa memotong seluruh kehidupan kita dan menghancurkan hubungan kita dengan Allah. Bau seekor sigung ada dalam kulitnya, tapi bau manusia ada dalam pikirannya. Cukup mudah untuk mengupas kulit sigung, tapi membuang bau pikiran sangatlah sukar. Renungkanlah ini secara mendalam. Buanglah kecongkakanmu, kesombonganmu, dan amarahmu. Milikilah rendah hati, kedamaian, dan ketenteraman. Engkau harus memiliki sifat-sifat ini, yang akan baik untukmu.
Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Semoga karma ini hilang dan wewangian itu menjadi milik kita. Semoga kita tetap beriman kepada Tuhan, dan semoga kita memiliki iman yang mutlak, kemantapan hati, dan kepastian. Hargailah sifat-sifat itu. Bersabarlah. Maka, dokter yang baik itu bisa memakai kearifannya demi kalian. Semoga Allah menolong kalian semua. Amin.
Sumber: Sufinews
Jalan orang-orang sufi.. Pecinta menuju makrifatullah Blog ini saya persembahkan untuk saudara2ku sesama muhibbun pencari cinta dan makrifatullah,belajar dan mengikuti jalan tasawuf. Meneladani dan mengikuti jalan para Awlia Allah. Semua Artikel dan foto didalam blog ini dibuat untuk pecinta ilmu dan penambah wawasan keislaman. sy perbolehkan untuk dicopy atau didownload dengan tetap mencantumkan sumber artikel
Showing posts with label Bawa Muhaiyaddeen. Show all posts
Showing posts with label Bawa Muhaiyaddeen. Show all posts
Saturday, January 5, 2013
Tuesday, July 17, 2012
M.R. Bawa : Nasihat untuk Anak
Bawa Muhaiyaddeen:
Aku berikan cintaku untukmu, anakku. Apakah ada pertanyaan yang ingin engkau tanyakan, atau haruskah aku yang berbicara terlebih dahulu, dan kemudian kalian bisa mengajukan pertanyaan? Jika kalian memiliki pertanyaan, silahkan bertanya.
Remaja: Saya memiliki seorang teman yang menginginkan saya pergi berkelana dengannya mengikuti sebuah band grup musik rock mengelilingi kota-kota. Saya katakan kepadanya bahwa saya sudah pernah mengikuti perjalanan seperti ini dan saya berpikir bahwa hal itu bukanlah suatu perbuatan yang baik untuk dilakukan. Saya berusaha menjelaskan bahwa perjalanan itu bukanlah sebuah ide yang baik, tetapi penjelasan saya tidak masuk akal baginya. Dia ingin mengetahui darimana saya mendapatkan ide dan penjelasan ini. Saya mengatakan padanya bahwa saya mengerti mereka dari beberapa hal yang telah engkau katakan kepadaku, tetapi dia benar-benar tidak bisa mengerti.
Pada dasarnya, saya rasa adalah ide yang baik jika Bawa bisa memberikan ceramah mengenai beberapa hal yang berbahaya yang sedang terjadi di dunia saat ini. Beberapa dari anak-anak disekitar kita sekarang sedang berada pada umur dimana mereka ingin pergi keluar bergaul, dan mungkin mereka tidak cukup bijak untuk melindungi diri mereka dari hal-hal yang berbahaya. Mereka mungkin tidak cukup mengetahui tentang obat-obatan dan pengaruh yang ditimbulkan dari teman mereka.
Bawa Muhaiyaddeen: Aku berikan cintaku untukmu, anakku. Tolong dengarkan baik-baik. Jika terdapat seekor kuda yang hidup di kota kemudian pergi meninggalkan kota dan menuju hutan belantara untuk bergabung dengan kuda liar, latihan yang telah diberikan kepadanya akan terlupakan, dan akan sangat sulit untuk ditangkap dan dilatih kembali. Ia akan terbiasa dengan liarnya hutan dan sifat-sifatnya akan berubah. Jika engkau ingin menangkapnya, engkau harus bersahabat dengannya dan membujuknya untuk kembali ke kota. Hal ini akan membutuhkan waktu yang lama, dan walaupun engkau bisa melakukannya, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk melatihnya kembali. Bahkan bisa membahayakanmu ketika engkau berusaha untuk melatihnya kembali. Engkau bisa celaka. Engkau bahkan bisa jatuh dari kudanya dan mematahkan lengan atau punggungmu. Ketika engkau mencoba untuk melakukan sesuatu seperti ini, hal ini akan sangat berbahaya.
Tetapi, jika engkau membeli kuda yang telah berada dikota sepanjang waktu, akan sangat mudah untuk ditunggangi. Engkau bahkan bisa melatihnya lebih jauh dan mengajarkan kearifan yang baik kepadanya. Hal ini akan membuatmu aman melanjutkan perjalananmu.
Dengan cara yang sama dimana kuda kota yang tersesat dari jalan yang benar dan pergi menuju hutan belantara, terdapat juga manusia yang tersesat dari jalan yang benar. Sebagai hasilnya mereka menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan buruk. Mencoba untuk menasehati mereka akan sangat berbahaya.
Jadi engkau harus berpikir, “Manusia ini seperti kuda. Dia belum memperlajari apa-apa yang baik. Saya beruntung telah mengetahui hal ini pada diriku. Saya meninggalkan hidup yang liar dan datang ke kota. Sekarang saya mengerti apa-apa yang baik. Tetapi manusia kuda ini tetap belum mengerti, dan adalah tidak bijak bagi saya untuk mencoba menasehatinya. Hanya setelah dia mengalami kesulitan-kesulitan, kesedihan dan penderitaan yang telah saya alami. Hanya setelah singa-singa dan harimau dengan berwajah manusia datang menerkamnya dan dia harus berlari untuk menyelamatkan dirinya yang akan membawanya ke kota untuk dilatih. Sebaliknya dia tidak akan berusaha untuk belajar. “Hanya setelah dia menghadapi bahaya yang sama seperti yang telah engkau hadapi, baru ia akan berpikir untuk berubah. Sebaliknya ia tidak akan berubah.
Jangan pernah mencoba untuk memberi nasehat kepada orang yang tidak memiliki kearifan. Engkau harus menghindar dari orang-orang seperti itu. Pelajarilah keadaan seseorang sebelum engkau berbicara kepadanya. Jika engkau tidak melakukan ini, dan engkau mencoba untuk menasehati seseorang, hasilnya akan berbahaya. Hal ini akan seperti melempar batu kepada sebuah gunung. Batu yang engkau lemparkan akan terpecah menjadi beberapa bagian dan memantul kembali menyakiti dirimu. Ingat, jika engkau mencoba menasehati seseorang yang tidak mempunyai kearifan, akibatnya akan mengenaimu kembali dan mengakibatkan bahaya yang besar kepadamu. Hal ini akan membuat musuh bagimu dan engkau akan dibenci.
Jangan mencoba memberi makan singa dengan rumput. Jangan memberikan daging kepada kerbau. Mereka tidak akan memakannya. Dengan hal yang sama, jangan memberi nasehat kepada orang bodoh. Dia tidak akan menerimanya. Hanya memberikan kepada mereka yang berusaha untuk berubah. Hanya berikan kepada mereka yang memiliki kesadaran akan hal itu. Lalu ia akan mengambilnya dan menggunakan manfaat yang ada di dalamnya. Apakah engkau mengerti? Gunakan kearifanmu dengan cara seperti ini. Cara itu akan baik. Dalam sikap seperti ini seharusnya kalian menggunakan kearifan kalian.
Remaja: Ini adalah bagian yang ingin saya dengar. Alasan utama saya membawa pertanyaan ini adalah agar Bawa bisa mengatakan kepada kami mengapa obat-obatan tidak baik bagi siapapun. Obat-obatan ini sangat menjamur sekarang, dan banyak kaula muda yang menggunakannya. Bisakah Bawa mengatakan kepada kami kenapa kami harus menghindari obat-obatan ini?
Bawa Muhaiyaddeen: Baiklah, kita akan berbicara tentang hal itu. Aku berikan cintaku untukmu, cucuku, anakku, putra dan putriku. Apakah tujuan dari hidup kita? Anakku, alasan kita datang ke sini, tujuan kita di dalam kehidupan, adalah untuk belajar dan mengerti tentang rahasia Ayah kita* dan rahasia dari kerajaan surga. Ini adalah tujuan dari hidup.
Sekarang, ketika kita membeli sebuah ladang, tujuan kita adalah untuk menghasilkan panen yang baik. Ini hanya karena kita percaya bahwa ladang tersebut akan membawa keuntungan kepada kita dan manfaat setelah kita membelinya. Terkadang kita membeli tanah untuk membangun rumah dan terkadang kita membeli tanah untuk bercocok tanam. Selain itu, tidak ada gunanya untuk membeli tanah. Kita harus membuatnya berguna. Kita harus mengetahui apakah tanahnya baik untuk membangun sebuah rumah ataukah untuk bercocok tanam. Sebuah rumah harus dibangun pada dataran tinggi sehingga air tidak akan membanjirinya. Ladang harus dibangun pada dataran rendah sehingga air akan tersedia. Anakku, engkau harus memikirkan dan mengerti akan hal ini.
Jika tanahnya cocok untuk bercocok tanam, engkau harus mengetahui bagaimana cara untuk mengolahnya. Lalu, engkau harus menentukan benih apa yang akan tumbuh dengan baik di tanahnya. Engkau harus mengetahui bakteri apa yang ada di tanahnya. Engkau harus mengetahui serangga apa saja yang ada di sana. Engkau harus mengetahui berapa panjang akar dari benih yang akan tumbuh dan berapa jauh akar pohon yang akan tumbuh ke bawah. Engkau harus mengetahui dimana pohon yang paling besar akan ditanam dan dimana tanaman kecil akan ditanamkan. Engkau harus mengetahui dimana dan bagaimanakah cara menanamkan sebuah pohon yang menghasilkan buah. Jika terdapat bagian yang memiliki batu, beberapa pohon bisa ditanam di sana. Jika terdapat bagian yang memiliki tanah yang lunak, tanaman kecil seperti padi dan ubi-ubian bisa ditanam di sana. Semua hal ini harus dipertimbangkan untuk menghasilkan ladang yang berhasil.
Sekarang, dengan cara yang sama kita bekerja keras untuk menyiapkan tanahnya dan membuatnya indah agar kita bisa mendapatkan manfaat darinya, kita juga harus bekerja keras untuk menyiapkan rumah dari kehidupan kita. Rumah dari kehidupan kita seperti ladang tersebut. Kita harus mengetahui dimana kita seharusnya membangun rumah bagi jiwa dan rumah bagi surga kita. Kita harus mengerti hal ini di dalam hati kita dan berusaha untuk membangun rumah tersebut. Kita harus memikirkan bahan apa yang kita butuhkan. Kita harus bertanya kepada diri kita, “Bagaimana kita seharusnya mengolah kehidupan kita?” Seperti apakah keadaan pikiran kita, hasrat kita, hati terdalam kita? Kita harus mengerti akal pikiran kita, yang sama seperti ladang, yang akan dilakukan untuk kita. Apakah yang akan dilakukan pikiran, hasrat, keangkuhan, karma, kemarahan, kekikiran, keterikatan, fanatisme, dan iri hati pada diri kita? Apakah yang akan dilakukan minuman keras, syahwat, pencurian, pembunuhan, dan dusta pada diri kita? Apakah yang akan dilakukan iri hati, keraguan, kecurigaan, berbangga diri, dan egoisme pada diri kita? Apakah yang akan dilakukan semua hal ini pada diri kita? Ini adalah serangga-serangga yang akan menghancurkan ladang kita dan memakan kehidupan kita. Sifat-sifat buruk ini adalah seperti serangga-serangga yang akan menghancurkan ladang yang baik di dalam kehidupan kita. Mereka akan menghancurkan rumah kita dan seluruh sifat-sifat baik kita. Seluruh kehidupan kita, seluruh bentuk diri kita, akan tidak berguna atau bermanfaat sama sekali.
Tuhan telah memberikan rumah ini yang merupakan tubuh kita, dan di dalam tubuh ini adalah sebuah kekuatan besar. Di dalam kehidupan kita adalah sebuah kebenaran yang misterius. Kita perlu memikirkan tentang hal ini. Dengan hal yang sama ketika kita perlu untuk menganalisa dan mengerti tanahnya sebelum kita menanam di ladangnya, kita harus mengerti dan menganalisa hidup kita. Kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menghancurkan hidup kita, dan kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menggoda kita dan merusak pertimbangan kita.
Sekarang, ketika engkau melihat pemabuk menelusuri jalan, amati bagaimana ia berjalan. Lihat bagaimana ia jalan sempoyongan dan menabrak semua orang yang dilewatinya. Sekarang lihat manusia yang menggunakan obat bius. Dia akan tertawa, dia akan menangis, dia akan mengangguk dengan lidahnya menjulur keluar, dan dia akan melakukan segala jenis perbuatan gila. Dorongan apapun yang ada di pikirannya, akan terwujud di luar. Pikiran seseorang yang menggunakan minuman keras dan obat bius seperti heroin dan mariyuana melihat hal yang sama. Apapun yang dipikirkannya ia akan melihatnya di luar.
Jika engkau melihat seseorang yang menggunakan heroin, engkau akan melihat keadaannya. Pertama, dia akan memakainya. Lalu dia akan mengantuk dan mulai merasakan halusinasi.
Kepalanya akan tertunduk dan dia akan jatuh tertidur dengan lidahnya menjulur keluar. Jika engkau mencoba untuk membangunkannya, dia akan mendorongmu. Dia tidak akan mampu untuk duduk. Orang-orang yang melihatnya akan mengetahui bahwa ia sedang terbius. Dalam keadaan ini, dia akan kehilangan rasa malunya dan kemuliaan dari hidupnya.
Mariyuana adalah obat bius yang akan menumpulkan otak. Ketika seseorang menghisap obat bius, ia akan melihat di luar apapun yang di pikirkannya. Dia mungkin akan berpikir, “Hari ini aku akan bercinta dengan gadis ini. Gadis tersebut akan datang hari ini. Aku harus bertemu dengannya dan memeluknya hari ini.” Lalu, dia membayangkan melihatnya di hadapannya. Setiap orang yang lewat di depannya akan terlihat seperti gadis tersebut. Dia akan senyum kepada setiap orang yang dia lihat, berpikir bahwa dia sedang melihat gadis yang diinginkannya. Ketika efek dari obat bius mulai menghilang, dia akan menjadi sedih dan mulai menangis. Dia akan menangis, dia akan tertawa, dan nalarnya akan menjadi tumpul.
Apapun yang dia pikirkan saat dia sedang menggunakan obat bius, itulah yang akan di alaminya. Jika ia menghisap obat bius dengan pikiran sedang memukul seseorang, dia akan pergi dan berkelahi dengan seseorang. Dalam keadaan ini dia mungkin berpikir, “Ayah dan ibuku tidak memperdulikanku. Lihat apa yang akan aku lakukan kepada mereka!” Lalu, dia mungkin akan pergi ke rumah mereka dan menghancurkan segala sesuatu. Obat bius ini akan menghancurkan hidupnya dan sifat-sifat baiknya. Obat bius juga akan menghancurkan kehormatan orangtua mereka di masyarakat. Obat bius seperti mariyuana akan menyebabkan begitu banyak kesulitan seperti ini.
Pada zaman dahulu, ada beberapa pertapa yang mengisap mariyuana. Sepuluh ribu tahun yang lalu mereka menghisap tumbuhan ini di hutan. Mereka menghisapnya untuk tujuan tertentu. Hal itu memungkinkan mereka untuk melihat di dalam meditasi mereka tuhan apapun yang mereka pikirkan ketika menghisap obat biusnya. Mereka berfokus pada satu titik sebagai tuhan mereka. Mereka mungkin sedang memikirkan mengenai tuhan ular, tuhan sapi, atau tuhan harimau. Duduk di dalam meditasi mereka menghisap mariyuana dan kemudian mereka akan mulai melihat hanya tuhan yang mereka harapkan untuk dilihat. Mereka akan menjadi lupa akan sekitarnya. Mereka hanya fokus pada satu titik.
Tetapi mereka yang menghisap obat bius pada saat ini memiliki begitu banyak jutaan pikiran, dan perbuatan mereka adalah tidak berguna dan tanpa tujuan. Setidaknya para pertapa di hutan melakukannya untuk mencapai suatu keadaan. Tetapi jika engkau menggunakan obat bius pada saat ini, hidupmu akan rusak.
Ketika seseorang menggunakan heroin, dia tidak akan mampu berkerja. Jika dia melanjutkan untuk menggunakan obat bius ini, dia akan menumbuhkan penyakit dan tidak ada yang dapat merubahnya. Jika dia tidak memiliki uang untuk obat bius, dia akan mulai untuk mencuri atau bahkan membunuh. Dia akhirnya akan tergeletak di tanah seperti mayat. Dia bahkan tidak akan mengetahui apakah dia menggunakan pakaian atau tidak. Dia tidak akan mengenali istri dan anaknya. Dia tidak akan mengetahui apakah seseorang adalah pria atau wanita. Seluruh hidupnya akan berakhir. Ketika orang-orang melihatnya mereka akan berkata, “Oh, lihat orang mabuk itu di jalan.”.
Mariyuana, heroin, kokain, arak, wiskey, bir, dan champagne, semua adalah zat-zat yang akan menghancurkan dan membunuh manusia. Zat-zat tersebut akan membunuh kearifannya, kebenarannya, dan keindahannya. Zat-zat tersebut akan menghancurkan keindahan pada wajahnya, keindahan dari hatinya, dan keindahan dari hidupnya. Zat-zat ini bisa merubah manusia menjadi orang gila.
Beberapa di antaramu telah mengalami hal ini. Sudahkah engkau mengamati orangtuamu? Pada zaman sekarang, banyak orangtua yang menggunakan obat bius dan alkohol. Dalam keadaan ini apakah mereka memiliki pikiran atau pertimbangan akan pasangannya atau anak mereka? Tidak. Beberapa di antaramu telah mengalami hal ini, sudahkah? Jika engkau belajar dari pengalaman ini, engkau tidak akan menggunakan obat bius. Engkau seharusnya berpikir, “Oh, inilah yang dilakukan orangtuaku. Aku sebaiknya tidak mengulangi kesalahan mereka dan mengalami penderitaan yang sama, atau hidupku juga akan hancur.” Engkau harus memikirkannya dan belajar dari pengalamanmu.
Amati apa yang terjadi ketika seseorang menggunakan heroin, mariyuana, atau kokain, atau pergi ke bar dan diskotik, atau menyewa pelacur, atau melakukan tarian rock and roll. Engkau harus melihat hal ini. Apakah yang terjadi di tempat ini? Apakah hasil dari setiap perbuatan ini? Apakah yang terjadi ketika seseorang berprilaku seperti ini? Bahaya apakah yang akan ditimbulkan dari perbuatan ini? Engkau harus benar-benar memikirkan hal ini. Seorang ibu bisa kehilangan seorang anak. Sang anak kehilangan seorang ibu. Tingkah laku dan sikap baik mereka telah hilang.
Apakah perbedaan diantara binatang dan orang-orang yang berada dalam keadaan ini? Sudahkah engkau melihat bagaimana orang-orang menari di televisi dan cara mereka melompat-lompat seperti binatang? Sudahkah engkau melihat hal ini? Apakah ini menari? Hal itu lebih buruk daripada yang dilakukan binatang. Setidaknya bagian pribadi dari binatang tersebut tertutupi oleh bulu mereka. Bahkan dada mereka lebih rendah dari tubuh mereka sehingga tersembunyi. Tetapi orang-orang lebih buruk daripada binatang. Mereka bahkan tidak menutupi bagian belakang mereka.
Manusia telah diberkati dengan empat kebajikan yaitu kesopanan, sikap hati-hati, kesungguhan hati, dan takut akan berbuat salah. Ketika engkau melakukan hal ini, kebajikanmu akan hilang. Sapi, kambing, dan binatang lainnya memiliki ekor yang menutupi bagian pribadi mereka. Tetapi manusia memperlihatkan semuanya dan memamerkan diri mereka sendiri.
Sekarang, seekor sapi hanya memperlihatkan dirinya kepada pasangannya saja. Setiap beberapa tahun terdapat beberapa musim dimana sapi akan mengangkat ekornya dan mengijinkan sapi jantan untuk kawin dengannya. Jika sapi jantan mendekatinya pada waktu yang lain, dia akan menendangnya. Jika seekor sapi berada dalam keadaan ini, keadaan seperti apa yang seharusnya ada pada manusia yang begitu mulia? Tipe seperti apakah seharusnya seorang manusia? Kita perlu untuk memikirkan hal ini.
Engkau adalah anak kecil. Engkau adalah anak yang cantik. Kita semua di sini sebagai anak laki-laki dan anak perempuan, sebagai saudara. Engkau adalah putra dan putriku, cucu-cucuku. Engkau harus berpikir. Apa hal yang memuliakan manusia, dan apa hal yang menghinakan manusia? Apa yang membuat hidup manusia mulia, dan apa yang membuat hidupnya hina? Engkau harus mengerti hal ini melalui pengalamanmu. Amati apa yang terjadi di sebuah rumah tangga ketika ayahnya adalah seorang pemabuk dan ibunya seorang yang baik, wanita yang damai. Pikirkan tentang berapa banyak kesulitan dan masalah yang harus diberikan seorang pria kepada istri dan anaknya ketika ia pergi ke tempat prostitusi. Atau jika wanita pergi dengan pria lain dan suaminya adalah orang yang baik, engkau bisa melihat kesulitan-kesulitan yang harus dialami anak dan suaminya. Engkau harus memikirkan tentang apa yang engkau amati dan alami.
Engkau memiliki mata, engkau memiliki telinga, engkau memiliki hidung, dan engkau memiliki lidah untuk berbicara. Engkau juga memiliki qolbu untuk mengerti hal ini. Sudahkah engkau mengerti, dengan menggunakan indra ini dan qolbumu, apakah yang terjadi pada keluarga ini? Sudahkah engkau melihat perceraian, kesulitan-kesulitan, dan masalah yang mereka derita? Sudahkah engkau melihat alasan bagi penderitaan ini?
Seorang pria pergi keluar dan minum. Dia pulang ke rumah larut malam terlambat dan berteriak dan memecahkan apapun. Atau bisa jadi sebaliknya. Seorang wanita pergi keluar dan tidak menjaga anaknya. Engkau harus memikirkan hal ini. Engkau harus mengerti hal ini. Mengerti hal ini adalah pembelajaran sejati. Obat-obatan, mariyuana, heroin, LSD, dan minuman memabukkan adalah penyebab penderitaan manusia. Mereka mengubah manusia menjadi anjing, hantu, keledai, kera, dan binatang lainnya. Hal inilah yang menghancurkan manusia.
Ketika seseorang pergi bertempur dalam peperangan, dia diberikan minuman memabukkan ini. Mengapa? Karena dia akan menjadi seperti orang bodoh yang akan membabi-buta mengikuti apapun yang diperintahkan kepadanya. Dia akan diperintahkan untuk pergi dan membunuh, dan dia akan pergi dan membunuh. Tetapi, jika ia tidak menggunakan minuman memabukkan ini, dia akan memilik kemurahan hati, perasaan kasihan, dan belas kasih, dan tidak akan mampu melakukan perbuatan keji ini. Dia tidak akan mampu untuk melakukan dosa-dosa ini. Dia diberikan minuman memabukkan ini agar dia mengikuti perintah.
Kadang-kadang sebuah perlombaan kuda diberikan obat-obatan dicampur dengan cairan ini untuk membuatnya berlari lebih cepat. Obat bius memiliki kekuatan untuk merubah kemampuan dari binatang dan manusia. Obat bius dapat merubah manusia dan membuatnya mudah mendapatkan kecelakaan. Obat-obatan ini akan menghancurkan seluruh hidupnya. Di dalam pengalamanmu mungkin engkau telah melihat orang mabuk, para penjudi, orang-orang yang pergi ke rumah bordil dan pergi berkeliling dengan wanita, dan orang-orang yang menggunakan obat bius. Sudahkan engkau melihat bagaimana menderitanya mereka dan mengalami begitu banyak kesulitan? Engkau harus belajar dari setiap pengalaman ini.
Setiap anak harus mempelajari alasan kenapa keluarga berpisah. Hal ini sering terjadi karena minuman keras. Apa yang terjadi ketika seorang pria memulai untuk minum? Hal ini dikatakan di dalam buku May a Veeram, atau Dorongan dari ilusi, yang ketika seorang pria mabuk oleh alkohol, dia akan menjadikan pemikiran apapun yang ada di pikirannya. Jika dia berpikir, “Hari ini aku harus memberikan istriku pukulan yang baik,” dia akan mulai untuk bertengkar dengan istrinya. Di lain waktu seorang wanita akan lewat di depannya ketika dia sedang minum. Dia berpikir, “Oh, dia wanita yang menarik. Aku harus mendapatkannya.” Lalu dia akan mulai menggodanya. Jika wanita tersebut dalam keadaan yang sama, dia akan mengedipkan matanya dan mengatakan, “Oh, aku di sini, ikut denganku.” Lalu apakah yang akan terjadi? Dia akan menjadi pelacur. Dia akan berbicara dan tertawa untuk mengalihkan pria tersebut. Lalu wanita itu akan memutarnya dan mengambil apapun yang ada di dalam kantongnya. Dengan senyumnya dia akan memikatnya dan membuat pria tersebut berada di bawah pengaruhnya.
Beberapa wanita seperti ini bahkan tidak akan memberikan pria tersebut seks yang diinginkannya. Mereka akan memberinya minum dan mencuri berapapun uang yang dia miliki. Beberapa wanita adalah pelacur dalam berbicara. Karena itu, mereka memikatmu dengan kata-kata mereka. Beberapa adalah pelacur menggunakan magic dan hipnotis, dan lainnya adalah pelacur seks.
Di lain waktu ketika pria mulai minum kembali, dia akan memiliki keinginan seksual. Lalu, dia akan mengingat pelacur dan mulai mencuri apapun yang dilihatnya untuk membayar pelacurnya. Dia bahkan akan mencuri barang milik anaknya, pakaian-pakain istrinya, dan perhiasannya. Dia akan mengambil apapun yang terdapat di dalam rumah dan menjualnya kemudian memberikan uangnya kepada wanita yang diinginkannya. Jika pelacurnya tidak mendapatkan uang darinya, pelacur itu tidak akan memenuhi keinginannya. Setiap waktu ketika pria tersebut pergi bertemu pelacurnya dia akan bertanya untuk mendapatkan lebih banyak lagi. Inilah yang terjadi. Pertama, pria mulai minum. Kemudian, nafsu muncul di dalam dirinya. Untuk memuaskan keinginannya, dia harus mencuri.
Para pecandu obat-obatan juga melakukan hal ini. Para pemabuk dan pecandu obat-obatan keduanya pergi ke tempat prostitusi untuk melakukan hal yang sama. Jika pecandu tidak memiliki obat-obatan, dia harus mencuri. Dia bahkan akan mencuri dari ibunya sendiri. Dia akan mencuri perhiasan ibunya. Dia akan mencuri dari rumah lainnya. Dia akan melakukan apapun untuk membeli obat biusnya. Dia tidak akan memiliki rasa malu, tidak memiliki perasaan aib, tidak berpikir bagaimana dia sedang menghancurkan hidupnya, dan tidak berpikir bahwa dia mungkin akan dimasukkan ke dalam penjara.
Apakah engkau mengerti? Ketika ketagihan, manusia tidak dapat hidup tanpa obatnya. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Jika dia tertangkap sedang mencuri sesuatu, dia bahkan akan mencoba membunuh orang yang menangkapnya. Dia akan melakukan pembunuhan agar bisa melarikan diri. Kemudian, dia akan lari. Dia akan mulai merasa takut untuk dilihat oleh siapapun. Dia akan takut jika polisi melihatnya. Dia akan lari ketakutan hingga polisi menangkapnya. Cepat atau lambat dia akan tertangkap, dan kemudian dia akan mulai berbohong.
Saat ini, dia telah melakukan lima dosa dari mabuk-mabukan, nafsu jahat, pencurian, pembunuhan dan berbohong. Bahkan jika engkau adalah teman wanitanya atau ibunya, semua yang engkau percayakan kepadanya akan hilang. Engkau tidak akan melihatnya lagi. Dia akan mengkhianati kepercayaanmu. Dia akan mengabaikan temannya. Walaupun dia memiliki hubungan persahabatan di masa lalu, dia akan berbuat curang dan berbohong kepadanya. Ketika kebenaran keluar, dia akan berbohong lebih banyak lagi. Ketika dia dibawa ke pengadilan, dia tetap akan berbohong. Dia akan berusaha untuk menghindar dengan mengatakan kebohongan demi kebohongan. Kemudian, dia mungkin akan dimasukkan ke dalam penjara. Dia mungkin bisa dipenjarakan seumur hidup, atau dia mungkin akan digantung. Di dalam penjara, di akan memiliki mengalami penderitaan yang tidak terkatakan. Hanya setelah dia akan berpikir, “Perbuatan-perbuatan yang aku lakukan ini adalah salah.” Hanya setelah dia tertangkap dan dipenjaran baru dia akan memikirkan hal ini. Lalu, dia akan menangis. Dia akan melewati semua ini. Hanya setelah hidupnya telah terperangkap di dalam penjara, baru dia akan berhenti dan berpikir. Sebelum itu dia tidak akan berhenti. Inilah kenapa mabuk-mabukan, nafsu jahat, pencurian, pembunuhan, dan berbohong diketahui sebagai lima dosa yang jalan bersamaan.
Seorang pemuda mulai tergoda untuk melakukan lima hal ini pada saat berumur sekitar empat belas tahun. Remaja putri mulai memiliki hubungan dengan hal ini ketika mereka berumur dua belas tahun. Pada saat-saat umur seperti inilah mereka mulai dekat dengan teman-teman mereka. Mereka memiliki teman baik, teman-teman yang menggunakan obat-obatan, teman-teman yang memiliki kearifan, dan teman-teman yang memiliki sifat-sifat baik. Mereka memperoleh berbagai macam teman.
Masa dimana hidup manusia akan menjadi mulia atau hina adalah ditentukan pada saat umurnya dua puluh lima tahun. Pada masa ini dia akan diasosiakan dengan teman baik, teman buruk, teman-teman yang menggunakan obat-obatan, atau teman-teman yang minum alkohol. Teman-teman ini dapat mempengaruhi dan merubahnya pada saat itu. Jika pertemanannya buruk, mereka dapat merubahnya dan membuatnya buruk. Mereka dapat membuatnya untuk menggunakan obat-obatan seperti LSD, mariyuana, heroin, kokain. Mereka bisa membuatnya mencuri, mengatakan kebohongan, pergi ke prostitusi, pergi ke bar dan diskotik, dan menghabiskan waktu di taman. Teman-teman yang buruk akan mengajaknya untuk bergabung bersama mereka dan mempengaruhinya untuk melakukan hal-hal ini. Lalu hidupnya akan berakhir. Jika dia memiliki teman baik, teman tersebut akan melihat bahwa dia akan menuju pada jalan yang baik dan bergabung dengan kumpulan teman-teman yang baik.
Sekarang, engkau mencoba menolong temanmu untuk menjadi baik, tetapi dia tidak menerima pertolonganmu, dan dia pergi menjauh. Untuk mengajak orang bergabung di jalan yang benar adalah sulit. Tetapi banyak orang yang mau untuk bergabung pada jalan yang buruk. Kebanyakan adalah buruk. Jika engkau mencoba untuk membawa seseorang menuju jalan yang baik adalah sangat sulit. Teman-teman yang baik berada dalam minoritas. Teman-teman yang buruk berada dalam mayoritas. Tetapi untuk mendapatkan teman yang baik adalah sangat sulit. Dibutuhkan waktu untuk menemukan mereka. Hal inilah yang terjadi ketika seseorang dalam masa pertumbuhan.
Jika seseorang berubah seperti temannya yang buruk, seluruh hidupnya akan hancur. Ketika engkau melakukan keburukan-keburukan ini, seluruh hidupmu akan teracuni. Sifat-sifat buruk, kemarahan, menggunakan obat-obatan dan mabuk-mabukan, pikiran dan perbuatan buruk adalah kuman yang akan menghancurkan hidupmu. Engkau harus melepaskan diri dari hal-hal ini. Walaupun engkau sedang belajar di sekolahmu, engkau harus belajar dari pengalamanmu sendiri. Engkau telah melihat orang-orang tertawa dan menangis. Engkau telah melihat seseorang menjual barang miliknya, bahkan pakaiannya, untuk membeli obat-obatan. Engkau telah melihat orang mencuri barang orang lain dan menjualnya untuk membeli obat-obatan. Apakah engkau mengerti? Engkau telah melihat hal ini di sekelilingmu. Sudahkah engkau melihat hal-hal ini di sekolahmu?
Bagaimana seseorang terjerumus ke dalam keadaan ini? Inilah yang harus dipikirkan remaja putra dan putri. Ketika seorang anak lahir, orang tuanya menginginkan anaknya agar sukses. Mereka terikat pada anaknya dan mereka menginginkan anaknya untuk hidup dengan baik. Sayangnya, beberapa orang tua itu sendiri berada dalam keadaan buruk, dan anaknya, mengamati hal ini, mungkin akan mengikuti langkah orangtuanya. Dalam hal ini, anak mungkin juga akan jatuh ke dalam keadaan buruk sebagaimana orang tuanya. Bahkan jika mereka memiliki orang tua yang baik, beberapa anak mungkin akan terpengaruhi oleh teman yang ada di sekolah dan merubahnya lebih buruk lagi. Jadi, terdapat anak-anak yang menjadi buruk karena keadaan orang tua mereka, dan terdapat anak-anak dengan orang tua yang baik yang menjadi sesat disebabkan oleh teman yang bergaul dengan mereka.
Dengan hal yang sama dimana hidup kita dihancurkan oleh sifat-sifat iri hati, kebohongan, keraguan, balas dendam, kecurigaan, kemarahan, berbangga diri, keangkuhan, karma, ilusi, prasangka-prasangka pikiran, nafsu buruk, kebencian, kekikiran, fanatisme, serakah, cemburu, minuman keras, pencurian, pembunuhan, memisahkan karena warna kulit, dan perbedaan dari “aku” dan “kau” obat-obatan juga akan menghancurkan hidup kita. Obat bius dan sifat-sifat buruk pada dasarnya memiliki akibat yang sama. Tingkat kemuliaan yang bisa kita raih dalam hidup kita tidak akan pernah tercapai jika kita menyerahkan hidup kita kepada obat-obatan ini, alkohol, dan sifat-sifat buruk.
Ketika engkau mengamati dengan teliti apa yang terjadi di dunia ini, engkau akan mengerti hal ini. Beberapa remaja akan datang kepadamu dan menangis, dan beberapa akan datang kepadamu dengan tertawa. Beberapa adalah pendiam dan menyimpan apa-apa bagi mereka sendiri. Beberapa mengeluh dan meratapi. Engkau harus memikirkan keadaan ini dan memutuskan keadaan yang mana seharusnya bagimu, dan menyadari bahwa engkau bisa merubah dan meningkatkan hidupmu dengan sifat-sifat baik, prilaku baik, dan tindakan yang benar. Engkau harus menghindari bagian yang buruk dan mencoba membawa hidupmu menuju keadaan yang baik.
Aku berikan cintaku untukmu, cucuku, anakku, putra dan putriku. Sekarang, terdapat suatu masa yang di dalamnya engkau membangun kesuksesan atau kegagalan di dalam hidupmu. Ketika aku melihat benua-benua dari Amerika, Eropa, Asia, Africa dan Australia, aku melihat beberapa hal terjadi. Beberapa orang tua mendorong anak mereka, apakah dia laki-laki atau perempuan, untuk pergi keluar dan mencari teman-teman yang berlawanan jenis. Mereka berkata, “Sebelum kamu menikah, kamu harus harus memiliki pengalaman tentang hidup dan seks.” Orang tua mereka sendiri mengirim anaknya kepada dunia untuk mengetahui tentang hal ini. Mereka mengirim anaknya untuk menemukan teman-teman yang berlawanan jenis sehingga mereka memiliki pengalaman sebelum menikah. Aku telah melihat beberapa orang tua melakukan hal ini.
Sebagai hasil dari didikan ini, banyak anak-anak yang menjadi gila. Beberapa adalah anak-anak yang baik tetapi sekarang mereka telah menjadi gila. Terdapat orang tua yang seperti ini. Jika anak mereka mencoba untuk belajar kearifan, pergi berjalan pada jalan yang baik, dan meningkatkan diri mereka, orang tua mereka tidak akan menyukainya dikarenakan oleh prasangka mereka. Mereka akan berkata, “Kamu bisa menjadi hippies, pergi kemanapun, lakukan apa yang kau inginkan, pergi ke prostitusi, kamu boleh menggunakan obat-obatan, tetapi kamu tidak boleh ikut terlibat dengan orang-orang dari agama dari ras lain.” Terdapat orang tua yang mengatakan hal ini.
Aku mengatakan kepadamu mengenai hal-hal yang telah terjadi di tempat tertentu. Anak-anak ini menjadi hancur karena hal ini. Mereka tidak dapat pergi ke jalan yang baik. Dan ini disebabkan oleh orang tua tertentu. Jadi banyak anak-anak yang telah datang kemari dan mengatakannya kepadaku. Beberapa anak-anak ini sedang berada di rumah sakit jiwa saat ini akibat ulah orang tua mereka.
Bagaimanapun, di beberapa negara asia, para orang tua tetap mengajarkan anak mereka tingkah laku dan sikap yang baik. Hingga anaknya melakukan pernikahan, orang tuanya menjaga mereka di rumah dan membesarkan mereka. Mereka memiliki batasan dan memastikan bahwa anaknya pulang ke rumah tepat waktu. Mereka membimbingnya dan melihat mereka pergi ke sekolah. Hingga mereka melakukan pernikahan, para orang tua melindungi dan membimbing mereka. Tetapi tempat seperti di Amerika, Eropa, dan Australia, para orang tua mendorong anak-anaknya untuk mencoba seks bahkan sebelum mereka menikah. Engkau tidak bisa menemukan kebahagiaan hidupmu di dalam cara ini.
Jika seseorang menghidupi kehidupannya hanya dengan satu pasangan dan mengalami seks hanya dengan satu pasangannya tersebut, maka dia tidak akan mengetahui bagaimana kenikmatan lainnya. Jika seorang pria atau seorang wanita hanya memilih satu orang dan hanya mengalami seks dengan orang tersebut, lalu pria atau wanita itu tidak akan menginginkan orang lain. Mereka tidak akan mengetahui tentang kenikmatan atau penderitaan yang mungkin mereka alami dengan orang lain. Mereka hanya ingin tetap dengan satu pasangannya tersebut. Kendatipun terdapat banyak kebahagiaan, penderitaan dan kesulitan-kesulitan, mereka akan tetap setiap dengan pasangannya.
Bagaimanapun, jika mereka memiliki banyak pengalaman, mereka berpikir, “Yang ini lebih baik dari yang itu, dan yang itu lebih baik dari yang ini. Yang ini lebih nikmat daripada yang itu, dan yang itu lebih nikmat daripada yang ini.” Sebagai hasilnya mereka tetap berganti-ganti dan menjadi bercerai. Orang seperti itu bisa memiliki anak dari seorang pria, dua anak dari pria lainnya, dan anak lainnya dari orang lain. Mereka bahkan akan berkata, “Aku tidak menginginkan anak ini.” Banyak masalah-masalah seperti itu dan kesulitan-kesulitan yang didapat dikarenakan hal ini.
Jadi seorang wanita yang seharusnya hidup untuk seratus tahun dengan kecantikan menjadi tua ketika dia berumur dua puluh tahun. Ketika dia berumur dua puluh lima tahun, dia seperti seorang nenek-nenek. Lalu dia harus pergi ke dokter bedah plastik untuk menghilangkan kerutan yang ada di kulitnya. Tetapi bahkan dengan kulit yang baru, dia tetap seorang yang tua. Masa mudanya telah hilang.
Masyarakat dan para orang tua di beberapa negara membesarkan anak-anak mereka untuk menjadi seperti ini. Pada umur empat belas atau lima belas tahun mereka mengirim anak mereka keluar rumah dan membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka. Tanpa bimbingan, anaknya mengikuti emosi mereka sendiri dan mengalami kesulitan yang besar hingga akhirnya mereka menjadi hancur.
Terdapat suatu masa dimana di dalamnya anak-anak menjadi sesat dan pergi menuju jalan yang salah. Untuk remaja putri adalah diantara umur dua belas hingga dua puluh tahun. Untuk remaja putra adalah diantara umur empat belas hingga dua puluh lima tahun. Ini adalah masa dimana hidup mereka menjadi hancur, pendidikan mereka menjadi terganggu, hubungan mereka dengan orang tuanya menjadi hancur dan prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang mulia diabaikan.
Diantara umur dua belas hingga dua puluh tahun, adalah masa dimana remaja putri menjadi terjerumus. Ini adalah masa dimana mereka akan mencari teman pria dan teman yang menggunakan obat-obatan. Ini adalah masa dimana mereka dapat mengikuti keinginan seksual dan bertingkah laku seperti prostitusi. Dalam periode ini, pendidikan mereka bisa hancur, mereka bisa keluar dari sekolah, dan kearifan mereka bisa hancur. Pada periode ini mereka akan tergoda untuk pergi ke pantai bersama teman prianya. Mereka mungkin akan pergi ke Atlantic City atau California dan berjalan setengah telanjang. Semua hal ini datang menggoda remaja putri ketika berumur diantara dua belas hingga dua puluh tahun. Akibatnya sekolah mereka, tingkah laku baik mereka, dan hidup mereka mungkin akan hancur. Para orang tua yang sangat perduli dengan anak mereka harus benar-benar konsentrasi dalam menjaga dan membimbing remaja putri mereka ketika berumur antar dua belas hingga dua puluh tahun. Adalah sangat penting untuk mengarahkan mereka pada umur ini.
Hal yang sama, kehidupan dari remaja putra bisa hancur ketika berumur diantara empat belas hingga dua puluh lima tahun. Ini adalah saat-saat penting bagi remaja putra. Para orang tua harus menentukan batasan, menjaga mereka di rumah, dan melihat bagaimana mereka belajar dengan baik ketika berumur diantar empat belas hingga dua puluh tahun. Jika para orang tua melakukan hal ini, mereka akan mampu dengan baik dalam pendidikan mereka, meraih cita-cita yang tinggi, mendapatkan perkerjaan, dan meraih keadaan yang tinggi di dalam kehidupan.
Adalah pada masa ini dimana para orang tua harus benar-benar menjaga anak mereka. Mereka harus membimbing mereka, memberikan mereka cinta, persahabatan, belas kasih dan pertolongan. Orang tua harus merangkul anak mereka dan mengajarkan mereka tingkah laku yang baik, sifat-sifat baik, dan kearifan. Setiap anak harus memikikan hal ini. Ini adalah saat-saat dimana engkau bisa tersesat dan hidupmu bisa menjadi hancur. Ini adalah saat-saat dimana teman bisa menjadi pengaruh yang buruk bagimu. Ini adalah saat-saat dimana bahkan gurumu bisa salah membimbingmu. Ini adalah saat-saat dimana engkau bisa berubah dan berakhir di jalanan dan menjadi tersesat. Setiap anak harus memikirkan hal ini.
Jika engkau bisa mengatasi godaan pada masa ini, engkau akan memiliki batas yang kuat di dalam hidupmu. Tuhan akan memberikan tanda kepadamu dan berkata, “Ini adalah anak yang mulia. Anak ini tidak akan pernah terhinakan.” Engkau akan mendapatkan tanda itu dalam pendidikan dan pengetahuan, atau ilmu. Suatu saat ketika remaja putra berhati-hati dan mendapatkan tanda itu, dia tidak akan pernah tersesat. Dengan hal yang sama, ketika remaja putri mendapatkan tanda itu, engkau bisa melihatnya dalam keadaan mulia. Tidak ada siapapun yang bisa menyesatkannya atau menghancurkan hidupnya setelah ini. Dia harus mendapatkan tanda itu pada masa-masa tersebut.
Jadi, engkau anakku harus berusaha untuk mendapatkan tanda ini. Hidupmu bisa berupa keberhasilan atau kehancuran. Jika engkau berjalan salah pada periode ini, seluruh hidupmu akan berjalan menurun. Kemudian engkau akan menjadi seperti mayat. Tidak akan ada perbedaan antara dirimu dan binatang. Setidaknya binatang memiliki kebebasan pada hidup mereka, tetapi engkau bahkan tidak akan memiliki kebebasan. Seekor kuda dapat memiliki beberapa kedamaian. Tetapi engkau tidak akan memiliki kedamaian itu di dalam hidupmu.
Aku berikan cintaku untukmu, cucuku. Engkau harus memikirkan hal ini. Engkau harus memikirkan dan merenungkan hal ini. Berusahalah untuk membangun kelengkapan ini di dalam hidupmu. Engkau harus berusaha untuk hidup di dalam sebuah cara dimana kesempurnaan dari hidup tercipta lengkap. Jika engkau memberikannya kepada obat-obatan dan memperoleh teman-teman yang buruk dan sifat-sifat yang buruk, maka hidupmu akan terganggu dan semuanya akan hilang. Hidupmu akan menjadi neraka yang panjang. Seluruh hidupmu akan menjadi seperti iklan bagi neraka. Hidupmu itu sendiri akan menjadi papan iklan bagi nereka. Putra-putra dan putri-putri engkau harus memikirkan hal ini.
Anak-anak, engkau harus memikirkan siapakah sahabatmu selama masa-masa penting ini. Sahabatmu adalah pendidikanmu. Hal ini akan menjadi temanmu yang akan menyelamatkan hidupmu. Pendidikanmu adalah teman yang akan selalu bersamamu hingga akhir waktu. Hingga engkau masuk ke dalam kubur, teman ini akan menemanimu. Kecuali bagi teman ini, tidak ada apapun yang akan menyelamatkan hidupmu. Pendidikan ini akan menjadi teman baikmu, temanmu yang terpercaya, temanmu yang setia dan penuh kasih sayang. Engkau tidak akan pernah menemukan teman yang lebih baik dari itu. Dalam masa-masa ini engkau harus memikirkan pendidikanmu sebagai temanmu yang terbaik. Tetapi, jika engkau meninggalkan teman ini, maka sifat-sifat jahat akan datang menjadi temanmu, dan hidupmu akan hancur. Ini pasti.
Aku berikan cintaku untukmu, putra dan putriku, anak-anakku, cucuku. Pikirkan hal ini di dalam hidupmu, dan pikirkan bahwa pendidikan sebagai satu-satunya temanmu di dalam kehidupan dan sebagai sahabat di dalam hatimu. Belajarlah dengan baik dan bertingkah lakulah dengan sifat-sifat baik. Berusahalah untuk mencapai kejayaan di dalam hidupmu.
Putriku, sebelum engkau berumur dua puluh tahun, hal ini harus benar-benar engkau teguhkan di dalam dirimu. Putraku, pelajaran ini harus engkah teguhkan di dalam dirimu selama periode umur diantara empat belas hingga dua puluh lima tahun. Kamu semua harus berusaha untuk memiliki ketetapan hati, usaha, keyakinan yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini. Tetapi jika engkau membiarkan hal ini, engkau akan menghancurkan dirimu. Engkau harus benar-benar mengerti akan hal ini. Setiap anak-anak harus menyadari dengan penuh keyakinan bahwa ini adalah teman di dalam hidupmu.
Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah pergi kepada orang bijak dan bersama dengannya untuk beberapa waktu. Pelajarilah kearifan, sifat-sifat baik, dan kejernihan dari dirinya. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan dan kehidupanmu. Hal ini akan menjadi barang-barangmu ketika engkau berjalan di dalam kehidupan. Hal ini akan menjadi barang yang sangat berharga bagi pikiranmu. Hal ini akan menjadi kekayaan dan harta karun bagi hatimu. Ketika engkau sedang bersedih atau bermasalah, dia akan memberimu nasehat dan ketenangan. Semua anak-anak, semua putra dan putri, harus berusaha untuk melakukan hal ini. Jika engkau mensia-siakan saat ini dan hanya bermain-main, hal ini pasti akan menghancurkan sisa dari hidupmu. Apakah engkau mengerti?
Ini adalah waktu dimana engkau bisa tersesat dan menjadi terganggu.
Ini adalah saat-saat dimana temanmu bisa memberikan pengaruh buruk kepadamu. Teman yang menggunakan obat-obatan, teman yang mengunakan mariyuana, LSD, percintaan, seks, teman mabuk-mabukan, teman-teman yang membengkokkan perasaan dan pertimbangan yang baik, teman-teman dari kekikiran, keterikatan, dan fanatisme, semua jutaan teman-teman ini akan datang dan berusaha untuk membawamu tersesat. Ini bisa menjadi masa-masa dimana hidupmu berubah menjadi sebuah kegagalan. Untuk itu, engkau harus menjadi anak dari kearifan dan menggunakan kepintaranmu. Engkau harus memperkuat sifat-sifat baik, berprilaku dengan benar, dan kemenangan muncul dari masa-masa ini di dalam hidupmu.
Setelah periode ini, engkau akan mengetahui apa rahasia dari permainan ini. Kemudian, engkau akan dapat bermain dengan beberapa pengertian. Engkau akan mengetahui mana permainan yang benar. Jika engkau menyelesaikan pembelajaranmu selama periode ini, engkau bisa memainkan permainannya dengan pemahaman mana yang benar dan mana yang salah. Engkau akan mengetahui mana yang buruk dan mana yang baik, dan engkau akan mengetahui perbedaan antara terang dan gelap. Maka engkau tidak akan memainkan permainan yang salah, dan engkau tidak akan mengalami kesulitan-kesulitan lagi. Tetapi jika engkau menyerah dan berusaha untuk memainkan permainannya sekarang, hal itu akan salah. Semua anak-anak harus memikirkan hal ini.
Anakku, aku berikan cintaku. Semua anak-anak harus memikirkan hal ini. Apa yang buruk? Apa yang baik? Apa yang jahat? Apa surga dan neraka? Apa sifat-sifat baik dan apa sifat-sifat buruk? Kita harus memikirkan hal ini. Engkau harus memikirkan apa itu kebenaran dan apa itu kebohongan dan jalani hidupmu dengan cara yang baik. Ambil apa yang telah aku katakan kepadamu saat ini ke dalam hatimu. Renungkan atas apa yang telah aku katakan dan bertingkah lakulah dengan benar di dalam hidupmu. Hal ini akan menguntungkanmu dan memberimu kemuliaan, harga diri dan keadaan yang tinggi di dalam kehidupan. Lalu engkau akan mengerti kekuatan yang akan diberikannya kepada hidupmu.
Semoga Tuhan membantumu. Simpan ini di dalam hatimu. Engkau harus memiliki keimanan kepada Tuhan yang telah menciptakan kita. Engkau membutuhkan pertolongan dan rasa hormat dari orang tuamu. Jika engkau meraih martabat yang tinggi dalam sikap ini, engkau bahkan bisa untuk memperbaiki dan membantu orang tua yang tidak membesarkanmu dengan cara yang baik. Orang lain juga akan melihatmu, sifat-sifatmu yang mulia dan berusaha untuk meningkatkan diri mereka.
Permata berharga yang menyinari mataku, engkau adalah yang hidup di dalam hatiku, engkau adalah yang lahir bersamaku, engkau adalah buah manis yang ada di dalam hatiku, Aku berikan cintaku untukmu semua. Apakah ini cukup? Apakah sebaiknya aku berbicara hal lainnya?
Seekor sapi, seekor kambing, seekor gajah, setiap binatang melindungi dirinya sendiri. Mereka harus melindungi diri mereka dari singa-singa, harimau-harimau, dan banyak serangga beracun yang hidup di dalam hutan. Mereka juga harus menyelamatkan diri mereka sendiri dari ular besar yang hidup di hutan. Jika binatang ini datang ke hutan, semua binatang lainnya akan ketakutan. Bahkan bintang yang tidak takut terhadap binatang lainnya akan takut dengan manusia binatang ini, karena dia akan membunuh semuanya. Manusia binatang ini akan membunuh tanpa berpikir dua kali, tanpa merenungkan dan tanpa belas kasih. Maka dari itu, ketika manusia binatang pergi ke hutan, hewan yang sesungguhnya harus melarikan diri darinya.
Terdapat begitu banyak jutaan manusia yang lebih buruk dari binatang yang paling buruk. Terdapat manusia binatang yang membunuh. Terdapat manusia binatang yang menyiksa orang lain. Terdapat manusia binatang yang memperkosa orang lain. Terdapat manusia binatang yang mencari balas dendam dan manusia binatang yang mencoba untuk menghancurkan kehidupan orang lain. Sebagaimana binatang di hutan telah mempelajari bagaimana melindungi diri mereka sendiri, kita juga sebagai manusia harus belajar untuk melindungi diri kita dengan menggunakan analisis kearifan kita. Jika kita harus hidup di tengah-tengah manusia binatang ini, kita harus belajar melindungi diri kita. Kita harus sangat hati-hati dan menggunakan tujuh dari tingkat kesadaran kita: persepsi, kesadaran, intelek, pertimbangan, kearifan, kearifan analis Ilahiah, dan kearifan cahaya Ilahi. Dengan perasaan dan kesadaran, kita harus meraih sifat-sifat tersebut yang akan memungkinkan kita untuk melindungi diri kita sendiri.
Dengan menggunakan kearifan kita dan sifat-sifat baik, kita harus belajar untuk keluar dari binatang-bintangan ini. Jika kita tidak melakukan hal ini, maka dengan cara yang sama seperti manusia binatang yang pergi ke hutan dan membunuh segalanya, pikiran kita sendiri, hasrat buruk, dan sifat-sifat buruk akan membunuh kita. Hal-hal jahat ini adalah binatang-binatang yang ditemukan di dalam manusia binatang. Jika mereka memasuki diri kita, lalu hidup kita, sifat-sifat baik kita, kemuliaan kita, perbuatan baik kita, tingkah laku baik kita, cinta kita, kasih sayang kita, ampunan kita, dan sifat-sifat Tuhan dan keadilan akan hancur. Pikiran, yang merupakan binatang, hasrat buruk, yang merupakan binatang, dan binatang-binatang dari kekikiran dan kemarahan akan menghancurkan kita.
Binatang-bintangan ini tidak memiliki kemurahan hati dan belas kasih. Mereka hanya memiliki sifat mementingkan diri sendiri. Dengan sangat hati-hati kita harus berusaha untuk keluar dari binatang jahat ini dan sifat-sifat jahat ini. Dengan kejernihan dan kearifan yang besar, kita harus menghindar dan melindungi diri kita. Kita harus mewujudkan usaha ini. Hanya dengan begitu kita bisa menemukan kemenangan di dalam hidup kita.
Setiap anak-anak harus memikirkan hal ini. Kita harus berusaha untuk bertingkah laku baik di dalam kehidupan kita dan berjalan menuju jalan yang baik. Kita harus menemukan kejernihan ini di dalam kehidupan kita. Dengan kerendahan hatiku, dengan penuh cinta memohon kepada kalian semua untuk melakukan hal ini. Aku memohon kepadamu untuk tumbuh dan menjadi anak-anak yang bijak, baik, dan penuh kasih. Engkau harus menemukan kecerahan di dalam hidupmu
Amin. Amin. As-salamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatahu. Maka jadilah. Maka jadilah. Semoga kedamaian dan ampunan Tuhan selalu bersamamu.
M. R. Bawa Muhaiyaddeen
Sumber: http://www.bmf.org/m/index.html
Diterjemahkan oleh Dimas Tandayu
http://surrender2god.wordpress.com
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen
Saturday, May 26, 2012
Jangan Bertengkar Seperti Ayam
www.sufinews.com
M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen
SALAM sayangku padamu, cucu-cucuku, saudara-saudaraku,anak-anakku. Mendekatlah kepadaku dan kita akan mengunjungi peternakan ayam!
Jika kau melihat pagar berkawat, kau bisa melihat betapa baik ayam-ayam ini dipelihara. Mereka mempunyai segala yang mereka butuhkan, makanan dan air serta tempat nyaman untuk tidur dan bertelur. Mereka memiliki pohon-pohon untuk berteduh, cabang-cabang untuk bertengger dan banyak ruangan untuk berlari dan bermain. Tetapi mereka tidak bisa pergi dan keluar ke mana saja yang mereka inginkan.
Cucu-cucuku, mengapa peternak itu mengurung mereka? Karena jika ayam-ayam tersebut bebas berkeliaran, maka anjing-anjing, serigala dan pencuri mungkin menangkap dan memangsanya.
Peternak itu memasang pagar di sekeliling halaman untuk melindungi ayam-ayam tersebut. Apakah kau mengerti? Sekarang, cucu-cucuku, ada hal-hal tertentu yang bisa kau pelajari dengan melihat ayam-ayam tersebut. Lihatlah dua ayam
betina keluar dari kandang dengan ayam jantan. Apakah kau melihat mereka? Pada saat dua ayam jantan melihat satu sama lain, mereka mulai bertarung. Mereka menjulurkan kepalanya di bawah sayap masing-masing dan mematuk. Setiap ayam jantan itu menganggap ayam lainnya datang untuk mencuri pasangannya. Perhatikan mereka. Kapan saja ayam-ayam betina tersebut mendekati maka kedua ayam jantan tadi bertarung bahkan lebih seru. Lihatlah di sebelah sana, cucu-cucuku. Satu ayam betina mengejar pasangan lainnya tapi ayam jantan tadi masih mengejar ayam betina lainnya. Sekarang semua ayam betina dan ayam jantan bertarung.
“Kau telah merebut suamiku!”
“Mengapa kau mencuri istriku?”
Pertarungan itu tidak pernah berhenti. Satu ayam betinakehilangan sebuah mata sedangkan ayam betina lainnya kehilangan separo paruhnya. Seekor ayam jantan telah kehilangan jengger kepalanya sedangkan ayam jantan lainnya berdarah. Dan lihatlah, apakah kau melihat ayam yang terluka pada sekujur dadanya sedangkan ayam lain sebelah sana mengalami patah kaki? Mereka semua terluka, tetapi masih mematuk satu sama lain pada leher atau kepala atau di bawah sayapnya. Tidak satu pun dari mereka akan mengakui kekalahan, tetapi mereka tidak benar-benar menang juga. Ketika mereka terlalu lelah untuk bertarung, mereka hanya mengelilingi satu sama lain. Dan jika salah satunya benar-benar lebih lelah, maka ayam yang lelah itu akan menyembunyikan kepalanya di bawah sayapnya. Tetapi seekor ayam lainnya datang dan memulai pertarungan lagi. Ini adalah situasi bagaimana ayam-ayam bertarung. Cucu-cucuku, manusia seperti ayam-ayam. Meskipun mereka mempunyai banyak uang, harta benda dan lain-lain, mereka akan mengganggu satu sama lain dan mulai bertengkar. Sekalipun mereka adalah orang-orang yang sudah berkeluarga bersama dengan anak-anak, kakek, nenek serta saudara-saudara ipar, mereka akan menunjukkan kekuasaannya dan menyerang satu sama lain. Sekalipun mereka sudah tua dan memiliki cicitcicit, mereka masih belum mengakhiri pertengkarannya satu sama lain, dan bertengkar sampai mati.
Seorang laki-laki tidak puas dengan satu perempuan saja, sehingga laki-laki tersebut pergi keluar untuk mencari perempuan lainnya. Sekalipun seorang laki-laki sudah memiliki istri yang sangat cantik, namun mata dan telinga serta hidung lakilaki itu tetap berpaling pada perempuan mana saja yang lewat di depannya. Dia akan menunjukkan kekuatannya atau menjulurkan lidahnya seperti harimau atau singa. Laki-laki tidak puas dengan satu saja dari apa pun. Kaum laki-laki menginginkan variasi. Tanah yang subur, perempuan dan emas, telah menciptakan kerusakan dan kebodohannya sendiri. Tiga nafsu yang buruk ini menghancurkan dirinya.
Perempuan juga seperti ini. Mereka tersenyum kepada suami orang lain dan segera mereka bertengkar seperti ayam betina. Perempuan berkelahi dengan perempuan, sedangkan laki-laki berkelahi melawan laki-laki. Cucu-cucuku, apakah kau mengerti tentang hal ini? Kau harus berpikir tentang hal ini!
Ada hal-hal lainnya yang dilakukan ayam yang seharusnya juga kau pikirkan. Lihatlah bagaimana mereka mengais di tanah dekat pagar dan mencoba untuk lari dari tempat yang memenuhi kebutuhannya, memberi kenyamanan serta melindunginya dari ancaman anjing, serigala dan pencuri. Mereka mengais dan mematuk tanah untuk mencari cacing dan serangga, meskipun ada banyak makanan tersedia di permukaan tanah peternakan. Mengapa ayam-ayam melakukan hal itu? Itu adalah keadaan alami mereka. Itulah yang dilakukan ayam.
Manusia juga tidak menghargai berkah yang telah dianugerahkan kepadanya. Pikiran manusia seperti ayam, mengais di neraka, menggali cacing dan serangga. Allah telah memberinya sebuah tempat untuk hidup, sebuah rumah, lampu penerangan, makanan, air, dan tubuh untuk ruhnya. Allah memberi makanan, dengan berfirman, “Makanlah makanan yang telah Aku berikan kepadamu,” sungguhpun demikian, manusia tidak menanggapinya dengan tepat. Manusia masih tidak mau menerima apa yang telah diberikan Allah. Sungguh, pikiran monyet dan hasrat anjing menggali benda-benda neraka, dan mendorong manusia ke dalam bahaya. Pikiran manusia mengembara di mana- mana, dengan berpendapat bahwa ada lebih banyak di sini daripada di sana, atau lebih banyak di sana daripada di sini. Gagal memakan makanan kesayangan atau gagal meminum air kesayangan, maka manusia menggali untuk mencari apa yang telah dibuang oleh Allah.
Manusia tidak menghargai perlindungan yang telah diberikan Allah kepadanya. Manusia mengais pada pagar pelindung, yaitu Iman, dengan mencoba mengorek lubang-lubang dalam timbunan kawat, keyakinan. Dia merobohkan berbagai pos pagar kearifan, dengan berpikir, “Jika aku menerobos pagar itu, maka aku bisa bebas.” Tapi ketika manusia meninggalkan perlindungan Allah, ketika manusia menolak makanan dan air yang indah dari Allah, maka manusia terperangkap oleh ilusi. Pada saat manusia sedang menggali di neraka untuk mencari cacing, dia pun dibantai oleh setan, iblis, hantu, anjing, dan serigala.
Tapi manusia tidak berpikir tentang apa yang akan terjadi pada dirinya. Dia belum menetapkan keadaan yang sabar, kepuasan diri, kepercayaan kepada Allah dan mengucapkan semua pujian kepada-Nya, keadaan yang sabar, syukur, tawakal, dan alhamdulillah. Meskipun manusia bisa hidup sehat dan bahagia, namun dia telah merusak perlindungan keimanannya kepada Allah.
Kau harus berpikir tentang hal ini, cucu-cucuku. Seorang manusia yang bijaksana, akan tetap berada dalam perlindung an Allah. Dia akan puas dengan air dan makanan yang telah diberikan Allah. Hatinya akan sangat bahagia dan dia akan berada dalam keadaan yang penuh kasih sayang, cinta, kearifan, keadilan, dan kedamaian.
Cucu-cucuku, Allah telah memberimu rumah indah hati nurani, yaitu dengan menaruh kasih sayang dan makanan dari-Nya dalam hati nurani tersebut, yaitu kalbu (qalb). Perlindungan Allah mengelilingi qalb tersebut dan menjaganya agar tetap aman. Jangan keluar dari perlindungan ini, jangan melupakannya, dan jangan merobeknya! Cobalah untuk belajar sifat-sifat dan kearifan Allah dan bangunlah kehidupan yang damai. Maka kau tidak akan menemui musibah.
Ingat bagaimana ayam-ayam itu berkelahi? Mereka menimbulkan penderitaannya sendiri. Ingatkah bagaimana mereka mencoba menerobos pagar itu? Mereka mencari kerusakannya sendiri. Kau dan aku harus menghilangkan sifat dan tindakan ayam-ayam tadi dari dalam diri kita. Kita harus mencari dalam sifat-sifat Tuhan kita kedamaian, ketenangan, dan ketenteraman.
Amin. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu kulluhu. Semoga perdamaian dan rahmat Allah melimpah kepada kalian semua.
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen,
Sufi News
Wednesday, April 18, 2012
Pemburu Belajar Belas Kasih dari Anak Rusa
Muhammad Raheem Bawa MuhaiyaddeenSALAM sayangku padamu, cucu-cucuku, anak-anakku, saudara-saudaraku. Sudah pernahkah engkau melihat seekor anak rusa? Perkenankan aku bercerita tentang seekor anak rusa dan induknya. Dengarkanlah dengan seksama!
Cerita ini akan memberitahukanmu mengenai perbedaan antara kesadaran manusia dan kesadaran binatang.
Pada zaman dahulu, ada seorang laki-laki yang suka berburu. Dia akan masuk hutan dengan membawa sebuah senapan atau busur dan anak panah, dan dia akan menembak kijang, rusa besar, dan binatang-binatang lainnya. Seperti sebagian besar pemburu, dia suka makan daging binatang yang dibunuhnya, tapi dia mendapati daging rusalah yang paling lezat.
Sekarang, laki-laki itu sedang berburu, membunuh, dan makan seperti ini hampir sepanjang hidupnya. Kemudian, pada suatu hari, dia menemukan seekor rusa yang sedang menyusui anaknya. Ini membuatnya gembira, karena dia lelah dan tahu bahwa rusa tersebut tidak bisa kabur pada saat menyusui bayinya, jadi dia menembaknya. Tapi sebelum mati, rusa betina itu berteriak, “Duhai manusia, engkau telah menembakku, jadi cepat makanlah aku, tapi jangan ganggu anakku. Biarkan ia hidup dan bebas!”
“Aku mengerti apa yang sedang engkau minta,” jawab pemburu tadi, “tapi aku berencana untuk membawa anakmu pulang, membesarkannya, dan membuatnya sehat dan gemuk. Kelak anakmu juga akan menjadi daging untuk aku makan.”
Anak rusa yang masih kecil itu mendengarnya dan berkata, “Duhai manusia, apakah pikiran seperti itu bisa diterima oleh Allah?”
Pemburu itu tertawa, “Allah menciptakan binatang untuk dibunuh dan dimakan manusia.”
“Duhai manusia, engkau benar. Allah memang menciptakan beberapa makhluk sehingga makhluk-makhluk lain bisa memakannya. Tapi bagaimana tentang dirimu. Jika ada hukum seperti itu untuk kami, maka mungkin juga ada hukum seperti itu untukmu. Pikirkanlah! Hanya ada satu orang yang siap untuk memakanku, tetapi ada banyak orang yang menunggu dengan semangat untuk memakanmu. Tidak tahukah engkau akan hal itu? Kelak, di hadapan Allah Yang Maha Esa, tempayak, cacing, serangga kecil di neraka, dan bahkan bumi itu sendiri akan sangat senang untuk melahapmu. Engkau yang adalah umat manusia harus berpikir tentang hal ini. Ketika kami para rusa ini terbunuh, kami dimakan segera, tetapi ketika engkau meninggal, engkau akan dimakan di neraka dengan cara yang begitu pelan, dalam periode waktu yang panjang. Engkau akan takluk pada neraka selama banyak generasi baru.
Duhai manusia, Allah menciptakan aku dan dirimu. Engkau adalah manusia. Allah menciptakanmu dari tanah, api, air, udara dan eter. Aku adalah seekor binatang, tetapi Allah menciptakan aku dari unsur-unsur yang sama ini. Engkau berjalan dengan dua kaki, sedangkan aku berjalan dengan empat kaki. Meskipun warna dan kulit kita berbeda, namun daging kita sama. Berpikirlah tentang banyak cara dimana kita serupa!
Jika seseorang membunuh ibumu pada saat engkau sedang menyusu, bagaimana perasaanmu? Sebagian besar orang akan merasa kasihan jika mereka membunuh seekor rusa dengan anaknya. Mereka akan berteriak, ‘Oh, aku tidak tahu!’ Tapi engkau tampaknya tidak mempunyai belas kasihan sama sekali.
Engkau seorang pembunuh. Engkau telah membunuh begitu banyak nyawa tapi tidak pernah berhenti, untuk berpikir betapa sedih engkau nantinya jika seseorang membunuh ibumu. Malah engkau senang untuk membunuh tidak hanya ibuku, tetapi juga ingin membunuhku dan menyantapku. Karena engkau manusia, maka seharusnya berpikir tentang hal ini! Bahkan binatang yang paling kejam dan buas pun, mau berhenti untuk berpikir tentang apa yang telah aku katakan.
Tidak dapatkah engkau memahami kesedihan seorang anak yang ibunya baru saja dibunuh? Apa yang engkau katakan kepada ibuku dan padaku, sangat menakutkan dan telah membuatku sangat menderita. Duhai manusia, engkau tidak mempunyai belas kasih Allah. Engkau bahkan tidak mempunyai hati nurani manusiawi. Engkau minum darah dan makan daging binatang-binatang sepanjang hidupmu tanpa menyadari apa yang telah engkau perbuat. Engkau menyukai daging dan suka membunuh. Jika engkau mempunyai hati nurani atau rasa keadilan, jika engkau dilahirkan sebagai umat manusia sejati, maka engkau akan berpikir tentang hal ini. Allah sedang melihatku dan kau. Kelak hari nanti, keadilan dan kebenaran-Nya akan menyelidiki hal ini. Engkau harus menyadarinya!
Meskipun engkau seorang manusia, pikiranmu jauh lebih buruk daripada binatang berkaki empat. Jangan anggap dirimu adalah umat manusia. Kami jelas tidak menganggap demikian. Engkau mempunyai wajah manusia tapi bagi kami, kau lebih buruk daripada seekor binatang yang paling berbahaya dan bengis di hutan. Ketika kami melihatmu, kami takut. Tapi ketika kami melihat manusia sejati, kami tidak takut. Kami mungkin bahkan berjalan mendekatinya, karena kami seperti anak-anak kecil yang memeluk siapa saja seperti mereka memeluk ibunya.
Duhai manusia! Aku hanyalah seekor anak binatang. Jika aku berbaring dengan tidak sengaja di atas seekor ular berbisa, maka ular berbisa ini tidak akan melukaiku. Atau jika aku tidak sengaja menginjak seekor ular, ular itu pun tidak akan melukaiku karena ia sadar bahwa aku masih muda. Bahkan serangga pun mengetahui bahwa aku masih kecil dan tidak akan menyengatku.
Jadi bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini, duhai manusia? Engkau yang telah dilahirkan sebagai manusia harus memikirkan perbuatanmu! Sangatlah kejam untuk memeliharaku sebagai binatang piaraan hanya untuk memangsaku di hari kemudian. Setiap hari ketika kau memberiku makan, aku akan berpikir, ‘Aku mungkin dimakan esok hari.’ Hal ini akan menyiksaku terus-menerus. Hari demi hari, badanku, kegembiraanku, dan kehidupanku akan menurun. Pada akhirnya, semua yang akan tersisa dariku adalah kulit dan tulang. Aku akan kurus dan jatuh terkulai. Aku akan tidak berguna sama sekali bagimu. Aku akan terlalu sedih untuk hidup, jadi bunuh saja aku dan makanlah aku sekarang juga!
Sebaiknya makan aku pada saat yang sama kau makan ibuku. Jika kau membunuhku sekarang sebelum mengalami penderitaan itu, setidaknya kau bisa menikmati daging muda tanpa dosa yang telah minum air susu ibunya. Nanti, aku tidak akan punya daging. Jangan membuatku menderita lebih lama lagi. Bunuhlah aku sekarang juga, agar aku menderita satu hari saja! Aku terlalu sedih untuk membicarakan lagi tentang hal ini.”
“Wahai anak rusa, segala yang telah kau katakan adalah benar,” kata pemburu tadi. Kemudian dia dengan pelan-pelan mengangkat tubuh induk rusa dan membiarkan anak rusa tersebut kembali ke tempatnya.
Malam itu, pemburu tadi menceritakan kepada para pemburu lainnya mengenai apa yang telah diajarkan anak rusa tersebut padanya. Semua yang mendengar cerita ini menangis. “Sudah begitu sering kita makan daging rusa, tapi sekarang kau ceritakan hal ini pada kita, jadi kita melihat karma yang menimpa kita melalui makanan yang telah kita makan. Tubuh kita dalam keadaan kacau. Sekarang kita menyadari bahwa kita tidak mempunyai belas kasih atau kearifan.” Dan mereka semua memutuskan untuk berhenti makan makanan seperti itu.
“Biarkan anak rusa tersebut pergi,” seorang laki-laki berkata.
“Tidak, berikan aku rusa itu!” kata laki-laki lainnya. “Aku akan membesarkannya sampai dewasa dan kemudian melepaskannya.”
Tapi pemburu tersebut memutuskan untuk membesarkan sendiri anak rusa tadi. Dan selama bertahun-tahun, rusa itu menunjukkan pada pemburu tersebut kasih sayang lebih daripada yang ditunjukkan anak-anaknya sendiri. “Makhluk yang lemah-lembut ini mampu memberikan kasih sayang dan rasa terima kasih yang lebih banyak daripada umat manusia,” pikir laki-laki tersebut. “Rusa ini mencium dan menjilatiku serta mengeluarkan suara yang menyenangkan ketika aku menyuapinya. Dan bahkan rusa ini tidur di kakiku.”
Sehingga tahun-tahun berlalu sampai rusa ini sepenuhnya dewasa. Kemudian pada suatu hari, laki-laki tersebut membawanya ke dalam hutan dan membebaskannya.
Anak-anakku, kita masing-masing harus sadar tentang segala sesuatu yang kita lakukan. Semua binatang yang masih muda memiliki cinta dan belas kasih. Dan jika kita ingat bahwa setiap ciptaan pernah muda, maka kita tidak pernah membunuh nyawa lain. Kita tidak akan membahayakan atau menyerang makhluk hidup lain.
Anak-anak dan cucu-cucuku, pikirkanlah tentang hal ini. Jika kita berpikir dan bertindak dengan kearifan ini, maka ini akan sangat bagus bagi kehidupan kita. Salam sayangku padamu
Sumber: Sufinews.com
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen,
Sufi News
Tuesday, April 10, 2012
Perumpamaan Di Dunia
Oleh Muhammad Raheem Bawa MuhaiyadeenTuhan berkata, “Berbagai macam hal yang Aku ciptakan di dunia adalah sebagai perumpamaan untukmu. Gunakan kebijaksanaanmu untuk belajar dari mereka, dan naiklah. Lihat bunga teratai yang Aku ciptakan ini. Ia tumbuh dari lumpur dan hidup di air, tapi ia tidak menyimpan lumpur atau air pada daunnya. Kau juga tumbuh dari benih kotor, tapi tidak seperti bunga teratai kau malah menyimpan semua benih kotor itu dalam dirimu. Karena begitu banyak lumpur di dalam dirimu, hidupmu penuh penderitaan. Tapi sejak bunga teratai tidak membawa apa-apa dari tempat ia tumbuh, hidupnya penuh dengan keindahan.
“Lihatlah pada berbagai macam bunga yang Aku ciptakan untuk lebah madu. Tahukah kau berapa banyak warna dan keharuman yang mereka miliki? Tapi dari berbagai macam bunga yang tersedia, sadari bahwa lebah hanya mengambil apa yang menjadi miliknya dan kemudian ia pergi berlalu. Dengan hal yang sama, untukmu Aku menciptakan berbagai macam hal, tiap hal dengan sifat-sifat dan esensinya masing-masing, keduanya baik dan buruk. Mengapa kau tidak mengambil apa yang menjadi bagianmu dan kemudian pergi berlalu? Lebah madu tidak berputar-putar sambil berkata, “Semua bunga ini begitu indah, aku ingin menikmati semuanya.” Lebah madu hanya mengambil apa yang menjadi miliknya. Dengan hal yang sama, adalah tugasmu untuk mengetahui apa yang menjadi milikmu, ambil bagianmu, lalu pergilah.
“Sekarang, jika kau mengaduk lima puluh botol susu, hasilnya kau hanya akan mendapatkan beberapa gram mentega. Aduklah dirimu dan lihat apa yang terjadi. Hanya sedikit bagian berharga yang tersisa. Itulah Aku, satu-satunya yang berharga. Coba kau leburkan bagian berharga itu, kau akan melihat dirimu dan Diriku. Gunakan kebijaksanaanmu dan lihatlah pada apa-apa yang telah Aku berikan kepadamu. Aduk setiap hal dan darinya ambil apa yang menjadi nilai sejatinya.
Perumpamaan yang diberikan Tuhan tidak ada batasnya. “Lihat burung kecil itu yang Aku ciptakan, ia dinamakan burung Kolibri. Ia memiliki bulu yang gelap, tapi bulunya bersinar, dan ia bergerak secepat kilat. Jasadmu juga gelap, tapi aku meletakkan cahaya terang benderang di dalam dirimu, cahaya keimanan, cahaya kebijaksanaan. Ia berada di dalam dirimu, selalu bersinar di sana.
“Pelajaran lainnya datang dari burung Kolibri. Apakah kau lihat bagaimana ia menyeimbangkan tubuhnya untuk mengambil madu, tanpa pernah menyentuh bunganya? Ia melayang-layang di atasnya, menyeimbangkan tubuhnya di udara sembari memasukkan paruhnya ke dalam bunga untuk meminum madunya. Di dalam hidupmu kau juga harus seperti burung Kolibri. Jangan sentuh dunia. Seimbangkan dirimu di atasnya, tanpa bersandar padanya, dan hanya mengambil apa yang kau butuhkan. Jika burung Kolibri kehilangan keseimbangan dan mendarat pada bunganya, tangkainya akan patah dan sarinya akan hilang. Seperti itu, jika kau kehilangan keseimbanganmu, kau akan mendarat di dunia dan terjatuh. Jadi, tetaplah dalam keadaan seimbang, dan katakan, “Tiada Tuhan selain Allah (La ilaha illallahu). Rasakan madu itu. Ia berasal dari samudera kebijaksanaan. Tatkala kau telah merasakannya, kau akan mengerti.”
Samudera kebijaksanaan begitu luas. Tuhan meletakkan bermilliar-milliar hal di samudera tersebut, sebagai perumpamaan untuk kita amati dan pelajari. “Walaupun begitu banyak kelopak yang mengelilingi bunga, tapi dari kedalaman bunganya hanya tercium satu keharuman. Dengan hal yang sama, walaupun begitu banyak hawa nafsu yang Aku letakkan pada dirimu, dan begitu banyak hal yang meliputimu, satu semerbak keharuman datang dari dalam, dari dirimu yang sejati, dan semerbak keharuman itu berhembus dari dirimu kepada segala sesuatu. Jadi seterusnya kirim keharuman itu kepada apapun yang berada di dalam dirimu. Bawalah semua hawa nafsumu ke dalam kendalimu dan transformasikan mereka. Adalah mungkin bagimu untuk melakukan hal itu. Berikan keharumanmu kepada semua yang ada pada dirimu. Semua hal ini diletakkan di samudera kebijaksanaan untuk membantumu memahami pelajaran ini.
“Lihat bagaimana buah-buahan dikelilingi oleh begitu banyak daun dan ranting. Aku menciptakan mereka seperti ini dengan sebuah alasan, untuk membelokkan tekanan dari angin kencang yang berhembus, sehingga buahnya tidak rusak. Dan sebagaimana Aku letakkan daun-daun dan ranting-ranting di sekeliling buah untuk melindunginya, Aku memberimu jasad dengan begitu banyak hawa nafsu dan keinginan, sehingga ketika masalah dan penderitaan datang menyerang, bagian yang paling berat menanggung serangan adalah hawa nafsu dan keinginan dari diri rendahmu, bukan dirimu. Mereka diserang akibat keinginan mereka sendiri. Tapi kau berbuat kesalahan dengan berpikir bahwa kaulah yang diserang dan menderita. Kau harus menyadari bahwa jasad (diri rendah) dan hawa nafsu diciptakan dengan sengaja untuk menangkis tekanan, sehingga kau tidak akan merasakannya, agar kau bisa hidup tenteram dan aman.
Perumpamaan ini dapat membantumu untuk memahami sesuatu yang penting. Tuhan telah menciptakan berbagai hal sebagai perumpamaan bagi kita untuk belajar darinya. Jika kita gagal memahaminya, itu karena kurang bijaknya diri kita.
Sumber: http://surrender2god.wordpress.com
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen
Friday, March 2, 2012
Lima Jenis Kegilaan
Oleh: Muhammad Raheem Bawa MuhaiyaddeenTerdapat berbagai jenis kegilaan di dunia ini. Kita akan membahas lima jenis kegilaan yang paling umum.
* Gila yang berasal dari akal pikiran
* Gila akan wanita,
* Gila akan uang,
* Gila akan mabuk-mabukan,
* Gila akan kebijaksanaan.
Pada sebuah persimpangan jalan di dekat taman, berdiri sebuah pohon yang teduh. Lima orang dengan lima jenis kegilaan duduk bersama di bawah pohon tersebut. Mereka berbicara dengan diri mereka sendiri. Bagi orang yang berlalu-lalang, lima orang ini terlihat sama, tetapi terdapat alasan yang berbeda atas kegilaan mereka.
Manusia yang sakit jiwa mengambil semua serpihan kertas dan lembaran daun kering yang ada di tanah dan meletakkannya di sekitar tangannya sembari mengoceh, “Kau pergi ke sini, kau pergi ke sana.”
Dia yang terobsesi oleh wanita mengambil semua serpihan kertas dan mengira bahwa kertas itu adalah surat cinta. Dia berkomat-kamit, “Kekasihku menulis ini, kekasihku menulis itu. Kekasihku berkata, ‘Aku akan datang kepadamu!’”
Dia yang terobsesi oleh uang mengambil semua serpihan kertas, melihatnya, membolak-baliknya, dan mengomel kepada dirinya sendiri, “Bank ini, bank itu. Rekening ini, rekening itu. Simpananku.”
Dia yang gila karena mabuk berdiri dan berjalan sempoyongan di jalan, menabrak orang lain dan benda-benda yang ada di sekitarnya. Akhirnya, dia terjatuh tak sadarkan diri di jalan, dan maling merampok pakaiannya. Ketika dia sadar kembali dia begitu malu, sehingga dia kembali ke rumah, bertengkar dengan istrinya, dan menyalahkan keluarganya atas kesalahannya.
Tetapi dia yang terobsesi oleh kebijaksanaan mengambil sebuah daun kering yang telah mati dan tersenyum dengan sedih. “Sungguh indah ketika engkau masih bersatu dengan batangmu. Pada awalnya engkau adalah sebuah daun indah yang berwarna hijau yang menyejukkan orang lain. Kemudian engkau berubah menjadi kuning, dan saat ini warnamu menjadi sama dengan tanah. Engkau adalah daun kering yang akan kembali ke tanah sebagai pupuk. Setiap orang dan segala sesuatu akan mendapatkan takdir yang sama. Setiap orang dan segala sesuatu menjadi makanan bagi tanah.” Dia tertawa dan menangis, tetapi bukan dari dalam dirinya.
Manusia yang terobsesi dengan kebijaksanaan tertawa karena penjelasannya sendiri. Dia berkata, “Sungguh inilah kehidupan! Oh Tuhan, aku mencari-Mu dan menjadi gila. Engkaulah satu-satunya dokter yang dapat menyembuhkan kegilaanku. Jika Engkau tidak datang, aku akan mati seperti daun ini. Engkaulah Tuhan yang menciptakan, melindungi, dan merawatku. Engkaulah Tuhan yang memahami dan mengerti akan diriku. Berikanlah aku obat rahmat, cinta dan kebijaksanaan-Mu dan penuhilah kebutuhan-kebutuhanku. Aku adalah budak-Mu di dunia ini.” Hatinya terbuka, dan dia berserah diri kepada Tuhan.
Empat orang lainnya tidak menyadari hal ini. Mereka berbicara akan apa yang ada di dalam diri mereka. Tetapi bagi dunia, kelima orang ini terlihat gila.
Anakku, pahamilah keadaan ini. Jangan mengikuti apa yang dunia lakukan. Jika engkau melihat seseorang yang benar-benar mengerti akan dirinya, kehilangan dirinya dalam meraih kebijaksanaan, dan mati dalam Tuhan, engkau sebaiknya menghormatinya dan belajar kebijaksanaan dan kata-kata baik darinya. Hal itu akan menjadikan engkau mulia.
Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
*********
Edisi Inggris “Five Common Types of Insanity” Oleh M. R. Bawa Muhaiyaddeen. Diterjemahkan oleh Dimas Tandayu.
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen
Monday, February 20, 2012
Sekuntum Mawar Hati
M. R. Bawa MuhaiyaddeenPenanya: Apa yang dimaksud dengan hati terbuka? Mengapa hati harus dibuka? Dan apa yang menyebabkan hati terbuka?
Bawa Muhaiyaddeen: Hanya ketika sekuntum mawar mengembang dan merekah, barulah keharumannya menyebar. Bukankah begitu? Sebelum merekah bisakah engkau merasakan keharuman mawarnya? Tidak, engkau tidak bisa. Bisakah engkau melihat keindahan mawarnya? Tidak bisa, ia hanyalah sebuah kuncup. Hanya tatkala mawarnya merekah barulah keindahan dan keharumannya terpancar.
Lubuk hati yang paling dalam, atau qolbu, adalah seperti sekuntum bunga mawar. Walaupun ia ada di sana, selama ia masih dalam keadaan kuncup, engkau tidak akan bisa merasakan keindahan mawarnya, warnanya atau keharumannya. Hanya ketika mawar qolbu merekah barulah engkau akan mengetahui kebahagiaan ketika mencium dan melihatnya. Pada saat itulah keindahan, keharuman, kebenaran dan keagungan qolbu diketahui. Hal-hal ini tidak bisa dilihat tatkala mawar masih dalam keadaan kuncup. Untuk itulah mengapa mawar qolbu tersebut harus dibuka. Ia harus merekah.
Sebuah taman mawar haruslah dikunci agar binatang tidak masuk dan merusaknya. Oleh sebab itu, kita harus membuka kuncinya, memasukinya dan merawatnya. Kita harus menyiram tanamannya, memberinya pupuk, dan menjaga mereka. Dengan hal yang sama, menggunakan kunci hikmah kebijaksanaan dari kebenaran, kita harus membuka taman mawar dari hati dan masuk ke dalamnya. Ketika di dalam, kita harus mengetahui apa yang dibutuhkan agar kuncup bisa merekah. Kita harus memberinya pupuk sifat-sifat Tuhan, tindakan Tuhan, perbuatan-Nya, kemulian-Nya, dan cinta-Nya. Dan kita harus menyiramnya dengan sifat-sifat Tuhan. Inilah hal-hal yang harus kita berikan kepada tanamannya.
Seiring kita melaksanakan tugas-tugas ini, suatu keindahan yang menakjubkan akan mulai merekah, dan kita akan mulai merasakan keharumannya. Itulah taman mawar dari hati. Dan Sang Penjaga dari taman ini adalah “Tuhanku!” Kita akan dapat melihat Penjaganya dan merasakan keindahan dan keharuman mawarnya di sana. Inilah mengapa kita harus membuat bunganya merekah. Inilah cara yang harus kita lakukan.
*********
Sumber: Quenstion of Life Answer of WisdomMuhammad Bawa Muhayyudien
Terjemah oleh Dimas Tandayu.
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen,
Hati
Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen (meninggal 8 Desember 1986) adalah seorang guru Sufi yang berbahasa Tamil dari pulau Sri Lanka yang pertama kali datang ke Amerika Serikat pada tanggal 11Oktober 1971dan mendirikan Bawa Muhaiyaddeen Fellowship di Philadelphia. Dari Philadelphia, dengan sekitar 1.000 pengikutnya, cabang Fellowship telah menyebar di seluruh Amerika Serikat dan Kanada, serta Australia dan Inggris. Masyarakat pengikut sudah ada di Jaffna dan Kolombo, Sri Lanka sebelum kedatangannya di Amerika Serikat.
Sangat sedikit yang diketahui tentang beliau pada periode sebelum itu. Sedikit sepihan data mengenai beliau yang berhasil diperoleh adalah bahwa beliau datang ke Sri Lanka pada tahun 1884—yang ketika itu disebut dengan Ceylon—dari perjalanannya berkelana di seputar India, kemudian ke Baghdad, Yerusalem, Madinah, Mesir, Roma, dan kemudian kembali lagi ke Ceylon untuk menetap. Data lainnya yang berhasil didapatkan adalah bahwa pada tahun 1930-an ia pindah ke Jaffna, dan kemudian pada tahun 1960-an ia tinggal di Colombo, Sri Lanka.
Beliau sendiri tidak pernah mengatakan berapa usianya sebenarnya. Ia telah melewatkan seluruh umurnya untuk mempelajari pelbagai agama yang ada di dunia, dan sebagai pengamat rahasia-rahasia paling tersembunyi dari pelbagai ciptaan Tuhan. Jika ditanya tentang dirinya, ia hanya mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang manusia kecil (manusia semua, ant man) yang hanya menjalankan tugas yang diperintahkan Allah kepadanya. Ia mengatakan bahwa perihal mengenai dirinya tidaklah penting untuk diketahui, dan hanya pertanyaan tentang Allah-lah yang lebih layak untuk diketahui.Sejak masih tinggal di hutan-hutan Ceylon, nama beliau telah dikenal masyarakat kota maupun pedesaan sebagai seorang Guru yang kata-katanya memberikan ‘pencerahan’ dan mampu menjawab segala macam persoalan orang-orang yang datang kepadanya. Ia membantu segala macam manusia yang datang menemuinya, dari segala macam bangsa maupun derajat, menjawab segala macam pertanyaan mereka tentang kehidupan maupun persoalan mereka, menyembuhkan penyakit mereka, bahkan hingga membantu membuka hutan dan membajak ladang mereka, serta memberikan saran-saran pertanian.
Nama ‘Muhaiyaddeen’ secara harfiah berarti ‘yang menghidupkan kembali Ad-Diin,’ dan memang, selama sisa hidupnya itu Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ral. mengabdikan dirinya untuk membangkitkan kembali keyakinan akan Tuhan di dalam kalbu orang-orang yang datang kepadanya.
Sebagai seorang guru sufi, beliau memiliki kemampuan yang unik, yaitu kemampuan memurnikan esensi kebenaran dari semua agama.
Selama lima puluh tahun terakhir kehidupannya, beliau membagi pengalaman-pengalamannya ini kepada ribuan orang dari seluruh dunia. Walaupun beliau memberikan pelajarannya dalam kerangka sufistik Islam, orang-orang dari agama Kristiani, Yahudi, Buddha, maupun Hindu, tetap datang kepadanya dan duduk bersama-sama, selama berjam-jam, di dalam majelisnya untuk mencari secercah pemahaman akan Kebenaran. Beliau sangat dihormati para akademisi, juga para pemikir filsafat maupun pemimpin serta kelompok-kelompok spiritual tradisional karena kemampuannya memperbarui keyakinan di dalam hati manusia yang datang kepadanya.
Kehidupan awal
Menurut Sri Lanka siswa yang lebih tua, Bawa Muhaiyaddeen muncul dari hutan negara itu pada awal 1940-an dan bertemu peziarah yang mengunjungi tempat ibadah di utara. Laporan dari mimpi atau pertemuan mistik yang mendahului sebuah ‘fisik’ pertemuan oleh siswa awal tidak lazim
Menurut perkiraan dari tahun 1940-an, Bawa Muhaiyaddeen telah menghabiskan waktu di ‘Kataragama’, sebuah pertapaan hutan di selatan. pulau, dan dalam lembaga ‘Jailani’, sebuah pesulukan tebing yang didedikasikan untuk Syeikh Abd al-Qadir al-Jilani di Baghdad. Hubungannya dengan Syaikh menunjukkan bahwa ia memiliki koneksi silsilah Sthariqah dengan Qodoriyah.
Banyak. Pengikutnya yang tinggal di sekitar kota utara Jaffna, disana banyak orang-orang Hindu yang memandangnya sebagai guru suci. Perannya sering sebagai penyembuh dari penyakit medis dan spiritual, termasuk menyembuhkan kerasukan setan.
Akhirnya sebuah tempat pendidikan Sufi dibentuk di Jaffna, dan aktivitas pertanian dimulai selatan kota itu. Setelah para pebisnis pelancong dari selatan negara itu bertemu Bawa Muhaiyaddeen, mereka mengundang dia untuk mengunjungi di Columbo, ibukota Sri Lanka. Pada tahun 1967, ‘Serendib Sufi Studi Circle’ dibentuk oleh para mahasiswa Colombo yang didominasi Muslim. Sebelumnya pada tahun 1955, Bawa Muhaiyaddeen telah menetapkan dasar-dasar untuk sebuah ‘Rumah Allah’ atau masjid di kota Mankumban, di pantai utara.
Ini adalah hasil pertemuan spiritual dengan Mariam, ibunda Nabi Isa as. Setelah dua dekade,. Gedung ini selesai dibangun oleh mahasiswa dari Amerika Serikat yang mengunjungi pesulukan Jaffna . Ini secara resmi dibuka dan dibaktikani pada 17 Februari 1975.
Bawa Muhaiyaddeen sering mengajar melalui penggunaan dongeng. Ini mencerminkan latar belakang pelajar atau pendengar dan termasuk para pendengarnya adalah orang-orang Hindu, Kristen, dan ummat Islam tradisional. Ia menyambut orang-orang dari semua tradisi dan latar belakang
Di Amerika Serikat Bawa Muhaiyaddeen Fellowship
Seperti sebelumnya di Sri Lanka, orang-orang dari semua latar belakang agama, sosial dan etnis akan bergabung untuk mendengar dia berbicara. Di seluruh Amerika Serikat, Kanada dan Inggris, ia mendapatkan pengakuan dari ulama, wartawan, pendidik dan pemimpin dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa Asisten Sekretaris Jenderal, Robert Muller, meminta bimbingan Bawa Muhaiyaddeen atas nama seluruh umat manusia selama wawancara pada tahun 1974.
Selama tahun 1978-1980 ketika krisis sandera Iran terjadi, ia menulis surat kepada para pemimpin dunia seperti Khomeini, Perdana Menteri Begin, Presiden Sadat dan Presiden Carter untuk mendorong resolusi damai untuk konflik di wilayah tersebut.
Majalah Time, selama krisis tahun 1980., mengutip pandangannya yang mengatakan bahwa ketika Iran memahami Al Qur’an “mereka akan merilis kondisi para sandera secepatnya”. Wawancara muncul dalam Psychology Today, Harvard Divinity Bulletin, dan di Philadelphia Inquirer dan surat kabar Pittsburgh Press. Ia melanjutkan pengajarannya dan bimbingan pribadi untuk murid-muridnya serta para tamu, hingga wafatnya tanggal 8 Desember 1986.
Warisan
Pada bulan Mei, 1984, Masjid Syaikh MR Bawa Muhaiyaddeen diselesaikan atas dasar Bawa Muhaiyaddeen Fellowship, 5820 Overbrook Avenue, Philadelphia. Bangunan masjid diseselaikan dalam waktu 6 bulan dan hampir semua pekerjaan dilakukan oleh anggota Bawa Muhaiyaddeen Fellowship di bawah arahan Bawa Muhaiyaddeen.
The Bawa Muhaiyaddeen Fellowship Farm memiki area 100 hektar (0,40 km2) lahan pertanian yang terletak di Chester County, Pennsylvania tepat di sebelah selatan kota kecil Coatesville pada 99 Fellowship Drive. Titik pusat peternakan adalah makam Bawa Muhaiyaddeen atau Mazar. Hal itu dimulai segera setelah kematiannya dan diselesaikan pada tahun 1987. Ini adalah tempat ziarah bagi sufi dan Syaikh mereka, serta sebagai Muslim dan pengikut bahkan ada pengikut agama lain.
Bawa Muhaiyaddeen didirikan vegetarianisme sebagai norma bagi masyarakat dan produk daging tidak diizinkan di pusat Fellowship di Philadelphia atau di Farm Fellowship.
Dia adalah seorang seniman, sebuah lukisan dibuat dan gambar yang melambangkan hubungan antara manusia dan Allah. Dia menggambarkan karya seni sebagai “pekerjaan jantung.” Dua contoh yang direproduksi dalam bukunya berjudul Kebijaksanaan Manusia dan lain adalah sampul depan buku Empat Langkah Menuju Iman Sejati. Pada 1976, Bawa Muhaiyadeen album dzikr kontemplasi direkam dan dirilis, pada Folkways Records berjudul, Into the Secret of the Heart by Guru Bawa Muhaiyaddeen
Bawa Muhaiyaddeen menulis lebih dari 25 buku. Kitab-kitab ini dibuat lebih dari 10.000 jam transkripsi rekaman audio dan video dari wacana dan lagu-lagu di Amerika Serikat 1971-1986. Beberapa judul berasal dari Sri Lanka sebelum kedatangannya di AS dan kemudian ditranskrip. The Bawa Muhaiyaddeen Fellowship terus mengajarkan dan menyebarkan repositori ajarannya ini,i tidak menunjuk pemimpin baru atau Syekh untuk menggantikan perannya sebagai guru dan panduan pribadi.
Gelar kehormatan
Bawa Muhaiyaddeen disebut sebagai Guru atau Swami atau Syeikh atau ‘His Holiness’, tergantung pada latar belakang pembicara atau penulis. Dia juga sebagai ‘Bawangal’ oleh orang-orang Tamil yang dekat dengan dia dan yang ingin menggunakan tanda hormat. Ia sering menyebut dirinya sebagai ‘manusia semut’, karena saking kecilnya dalam kehidupan semesta ciptaan Allah swt.
Setelah kedatangannya di Amerika Serikat pada tahun 1971, ia paling sering dipanggil dengan Guru Bawa dan ia mendirikan Guru Bawa Fellowship. Pada tahun 1976, ia merasa bahwa istilah ‘guru’ telah disalahgunakan oleh orang lain yang belum guru sejati dalam estimasi-nya. Pada tahun itu, ia memutuskan untuk membuang nama Guru dalam organisasinya, dan hanya menjadi nama Bawa Muhaiyaddeen Fellowship saja. Sebagian besar mahasiswa Amerikanya menggunakan nama akrab ‘Bawa’ ketika berbicara tentang dia.

Makam Syaikh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
Pada tahun 2007, sebuah kehormatan baru, namun gelar ini dari para muridnya sebagai Quthb, telah digunakan oleh murid-muridnya dalam publikasi pembicaraan Bawa Muhaiyaddeen’s . Quthb secara harfiah berarti tiang atau sumbu., Dan menandakan pusat spiritual yang menjelaskan dan mengungkapkan melalui kebijaksanaan Ilahi hakikat manusia. Nama Muhaiyaddeen itu sendiri berarti ‘pemberi hidup untuk keyakinan agama’ dan telah dikaitkan dengan Qutbs sebelumnya.. Dengan menggunakan judul yang tinggi, murid-muridnya sedang melakukan presentasi dia sebagai seorang guru universal untuk era ini.
Diantara kata-katanya
“Doa yang Anda lakukan, tugas yang Anda lakukan, amal dan cinta yang Anda berikan adalah sama hanya satu tetes. Tetapi jika Anda menggunakan satu tetes, terus melakukan tugas Anda, dan terus menggali dalam, maka musim semi Rahmat Allah swt, dan sifat-sifat-Nya akan mengalir dalam kelimpahan.”
"Orang dengan kebijaksanaan akan tahu bahwa penting untuk memperbaiki kesalahan mereka sendiri, sementara orang tanpa kebijaksanaan merasa perlu untuk menunjukkan kesalahan orang lain. Orang dengan iman yang kuat tahu bahwa penting untuk membersihkan hati mereka sendiri, sedangkan mereka yang goyah iman berusaha untuk menemukan kesalahan dalam hati dan kesalahan ibadah orang lain. Ini menjadi kebiasaan dalam hidup mereka.. Tetapi mereka yang berdoa kepada Allah swt, dengan iman, tekad, dan kepastian, akan mengetahui bahwa hal yang paling penting dalam hidup adalah menyerahkan hati mereka kepada Allah swt. "
"Hal-hal yang senantiasa berubah ini bukanlah kehidupan nyata kita. Di luar diri kita ada satu sosok lain dan keindahan lain yang selalu dipancari cahaya abadi yang tidak pernah berubah.. Kita harus menemukan cara untuk berpadu dengan keabadian itu dan menjadi satu dengan yang hal yang tidak berubah. Kami harus menyadari dan memahami hal ini sebagai harta karun kebenaran Itulah sebabnya kami datang ke dunia ini.. "
"Cintaku pada Anda sekalian, anak-anakku. Sangat sedikit orang yang akan menerima obat kebijaksanaan Pikirannya masih menolak kebijaksanaan.. Tetapi jika Anda setuju untuk menerimanya, Anda akan menerima rahmat, dan ketika Anda menerima rahmat itu, Anda akan memiliki derajat yang baik. Bila Anda mendapatkan kualitas yang baik, Anda akan tahu cinta sejati, dan ketika Anda menerima cinta, Anda akan melihat cahaya Ketika Anda menerima cahaya, Anda akan melihat kemegahan itu,. dan ketika Anda menerima bahwa kemegahan hakiki, kekayaan dari tiga dunia akan lengkap di dalam diri Anda Dengan kelengkapan ini, Anda akan menerima Kerajaan Allah, dan Anda akan mengenal Sang Raja. Bila Anda melihat Sang Rajamu, semua koneksi Anda ke karma, kelaparan, penyakit, usia tua akan meninggalkan dirimu”
Cucuku sekalian…. inilah cara yang sebenarnya. Kita harus melakukan segala sesuatu dengan cinta dalam hati kita. Allah adalah milik semua orang. Dia telah memberi persemakmuran untuk semua ciptaan-Nya, dan kita tidak harus untuk diri kita sendiri. Kita tidak boleh mengambil lebih dari bagian kami. Hati kita harus meleleh dengan kasih, kita harus berbagi segalanya dengan orang lain, dan kita harus memberikan kasih untuk membuat orang lain damai. Kemudian kita akan memenangkan keindahan kita yang sebenarnya dan pembebasan jiwa kita. Silakan berpikir tentang hal ini. Berdoalah, tingkatkan kualitas yaqin pada Allah swt, bertindaklah untuk Allah swt, dan berimanlah pada Allah swt, dan beribadahlah pada Allah swt, karena ibadah itu kasih karuniaNya padamu. Jika Anda memiliki ini, Allah swt, akan menjadi milikmu dan kesejahteraan yang datang akan menjadi milikmu.
Wahai cucu-cucuku, sadari hal ini dalam hidup Anda. Pertimbangkan hidup Anda, carilah kebijaksanaan, carilah pengetahuan, dan carilah rahmat Allah swt, yang di dalamnya ada pengetahuan Ilahi, dan carilah derajat dari-Nya, kasih-Nya, dan tindakan-Nya. Itu akan bagus. Amin. Ya Rabbal-'alamin. Ijabahilah wahai Robbul Alamin. Semoga Allah swt memberi semua ini padamu. "
Literatur dan Buku yang diterbitkan murid-muridnya
Sejumlah buku telah diterbitkan oleh murid-murid Bawa Muhaiyaddeen yang isinya adalah eksplorasi ajarannya, dari sudut pandang dan pemahaman mereka, telah memberi pengaruh positif bagi kehidupan mereka.
Antara lain:
Owner's Manual for the Human Being by Mitch Gilbert, One Light Press publisher, 2005, ISBN 0-9771267-0-6
The Illuminated Prayer: The Five-Times Prayer of the Sufis by Coleman Barks and Michael Green, Ballantine Wellspring publisher, 2000, ISBN 0-345-43545-1
Menurut penerbit, buku tersebut "menawarkan pengenalan menarik untuk kebijaksanaan dan ajaran kontemporer tercinta master sufi Bawa Muhaiyaddeen, yang membawa kehidupan baru ke tradisi sufistik dengan membuka jalan ke yang paling dalam, realitas universal itu. Pecinta hasil karya dari dua mahasiswa Bawa paling terkenal, Coleman Barks dan Michael Green, yang juga mengarang buku, The Illuminated Rumi. "
One Song: A New Illuminated Rumi by Michael Green, Running Press publisher, 2005, ISBN 0-7624-2087-1
My Years with the Qutb: A Walk in Paradise by Professor Sharon Marcus, Sufi Press publisher, 2007, ISBN 0-9737534-0-4
THE MIRROR Photographs and Reflections on Life with M.R. Bawa Muhaiyaddeen (Ral.) by Chloƫ Le Pichon and Dwaraka Ganesan and Saburah Posner and Sulaiha Schwartz, published privately by Chloƫ Le Pichon, 2010, ISBN 0-6153-3211-0
Terdiri 237 halaman format besar kompilasi fotografi dengan komentar oleh 78 kontributor.
Coleman Barks, seorang penyair dan penerjemah ke dalam bahasa Inggris karya-karya dari penyair sufi abad ke-13 Jalal ad-Din Muhammad Rumi, menggambarkan bagaimana ia bertemu Bawa Muhaiyaddeen dalam mimpi pada tanggal 2 Mei 1977. Sebagai hasil dari pertemuan mimpi itu, ia mulai menerjemahkan puisi Rumi. Coleman akhirnya bertemu Bawa Muhaiyaddeen secara pribadi pada bulan September, 1978 dan terus memiliki impian di mana ia akan menerima ajaran. Dalam perkiraan Coleman, Bawa Muhaiyaddeen berada pada tingkat pencerahan yang sama seperti Rumi dan Shams Tabrizi, pendamping Rumi.
Sumber: Sufinews.com dan lainnya
Labels:
Bawa Muhaiyaddeen,
Manakib,
Sufi Word
Subscribe to:
Posts (Atom)


