Sunday, June 12, 2011

Riyadhus Shalihin : Seputar Makanan

Membaca basmalah dan hamdalah
1. Dari Umar bin Salamah ra., ia berkata: Rasulullah SAW,bersabda: “Sebutlah nama Allah (bacalah basmalah), danmakanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu.” (HR. Bukhari danMuslim)

2. Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian makan, hendaklah ia menyebutkan nama Allah Ta’ala. Apabila lupa menyebut nama-Nya sewaktu memulai makan, hendaklah ia membaca:
“BISMILAHI AWWALAHU WA AKHIRAHU”(Dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan penghabisan makan)!” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi)

3. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: “Apabila seseorang masuk ke rumahnya, lalu
berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika ia masuk, dan sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): ‘Kamu tidak bisa ikut masuk dan kamu tidak bisa ikut makan.’ Dan apabila
seseorang tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika masuk rumahnya, maka setan berkata: ‘kamu dapat mengikutinya masuk.’ Dan apabila seseorang tidak berdzikir kepada Allah
Ta’ala sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): ‘Kamu bisa ikut makan dan bisa ikut masuk.’” (HR. Muslim)

4. Dari Hudzaifah ra., ia berkata: Apabila kami makan bersama Rasulullah SAW, kami tidak berani meletakkan tangan ke tempat makanan sebelum Rasulullah SAW, meletakkannya
terlebih dahulu. Suatu saat, ketika kami akan makan bersama beliau, tiba-tiba datanglah seorang wanita tergesa-gesa, seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya. Ia langsung
meletakkan tangannya ke tempat makanan, tetapi Rasulullah SAW, memegang tangannya. Kemudian datanglah seorang Badui terburu-buru seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya. Ia langsung meletakkan tangannya ke tempat makanan, maka dengan cepat Raslullah SAW, memegang tangannya, seraya bersabda: “Sesungguhnya setan itu
merebut makanan yang tidak disebut nama Allah.

Sesungguhnya setan datang bersama-sama wanita ini untuk merebut makanan, maka aku pegang tangannya. Kemudian ia datang bersama-sama orang Badui ini untuk merebut
makanan, maka kau pegang tangannya. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya tangan setan ini saya pegang bersama-sama kedua tangan orang ini.” Kemudian Rasulullah menyebut nama Allah Ta’ala dan memulai makan.” (HR. Muslim)

5. Dari Umayya bin Makhsyiy Ash-Shahabiy ra., ia berkata:
“Ketika Rasulullah SAW, duduk ada seseorang makan tanpa menyebut nama Allah, sehingga hampir habis makanannya, hanya tinggal sesuap. Ketika ia akan menyuapkan ke
mulutnya ia membaca: BISMILAHI AWWALAHU WA AKHIRAHU.” Melihat yang demikian Nabi SAW, tersenyum dan bersabda: “Setan itu selalu makan bersamanya, namun ketika
ia menyebut nama Allah, maka setan itu memuntahkan apa yang ada dalam perutnya.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

6. Dari Aisyah ra., ia berkata: Ketika Rasulullah SAW, sedang makan bersama enam orang sahabatnya, seorang Badui datang dan makan sebanyak dua kali suapan. Kemudian
Rasulullah SAW, bersabda: “Seandainya ia menyebut nama Allah, niscaya mkanan itu cukup untuk kallian.” (HR. Tirmidzi)

7. Dari Abu Umamah ra., ia berkata: Apabila Nabi SAW, mengangkat hidangannya, beliau membaca: ‘ALHAMDU LILLAAHI HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN
FIIHI GHAIRA MAKFIYYIN WALAA MUSTAGHNAN ‘ANHU RABBANAA’(Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan baik serta penuh berkah yang tiada terbalas dan sangat
dibutuhkan, wahai Tuhan kami).” (HR. Bukhari)

8. Dari Muadz bin Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Siapa saja yang telah makan, kemudian membaca: ‘ALHAMDULILLAAHI ATH ‘AMANII HAADZAA WARAZAQINIIHI MIN GHAIRI HAULIN MINNII WALAA QUWWATIN’(Segala puji bagi Allah, Zat yang telah memberi makanan ini kepada saya, dan telah mengkaruniakan rezeki dengan tiada daya dan kekuatan dari diri saya), maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Daud
dan tirmidzi)

Dilarang mencela makanan
1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Apabila beliau menyukainya, beliau memakannya, dan apabila tidak menyenanginya, maka
meninggalkan makanan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Jabir ra., ia berkata: Nabi SAW, pernah menanyakan lauk kepada keluarganya, kemudian mereka menjawab: “Kami tidak mempunyai apa-apa selain cuka.” Maka beliau meminta cuka itu, dan makan berlauk cuka, seraya bersabda: “Sebaikbaik
lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR.Muslim)

Sikap orang yang berpuasa
1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian diundang, hendaklah ia menghadirinya. Jika ia sedang berpuasa, hendaklah ia mendoakan, dan jika tidak berpuasa hendaklah ia makan.”
(HR. Muslim)

Sikap orang yang diundang makan
2. Dari Abu Mas’ud A-Badriy ra., ia berkata: “Ada seseroang mengundang Nabi SAW, untuk jamuan makan yang disiapkan bagi lima orang, kemudian ada seseorang yang mengikuti
mereka. Ketika sampai di muka pintu, Nabi SAW, menjelaskan kepada orang yang mengundangnya: “Sesungguhnya orang ini mengikuti kami, maka terserah kamu. Apabila kamu suka, izinkanlah orang ini, apabila tidak, biarlah orang ini pulang!” Orang yang mengundang itu berkata: “Wahai Rasulullah, saya mengizinkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adat makan
1. Dari Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata: “Waktu kecil, saya diasuh Rasulullah SAW, dan pernah mengulurkan tangan untuk mengambil makanan yang terletak di piring, kemudian
beliau bersabda kepada saya: “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah Ta’ala serta makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu!” (HR.
Bukhari dan Muslim)

2. Dari Salamah bin Al-Akwa ra., ia berkata: Ada seseorang makan di hadapan Rasulullah SAW, dengan menggunakan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda: “Makanlah dengan
tangan kananmu!” Ia menjawab: “Saya tidak bisa.” Beliau bersabda: “Kamu tidak bisa, karena kesombonganmu.” Setelah itu orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya
ke mulut.” (HR. Muslim)

Larangan makan kurma atau sejenis dua butir sekaligus
1. Dari Jabalah bin Suhaim, ia berkata: “Kali tertentu, kami bersama dengan Ibnu Zubair mengalami musim paceklik. Tiba-tiba kami mendapatkan rezeki kurma. Waktu Abdullah
bin Umar ra., lewat, ia mendapati kami sedang makan kurma. Kemudian ia berkata: “Janganlah kalian makan dua butir kurma atau lebih sekaligus! Sesungguhnya Nabi SAW, melarang untuk makan dua butir kurma atau lebih sekaligus.” Kemudian ia berkata lagi: “Kecuali orang itu minta izin kepada kawannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MEMPERBANYAK KAWAN DISAAT MAKAN
1. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW, bersabda: “Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: “Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR. Muslim)

Risalatul Murid Habib Abdullah al Haddad (15)

Mukasyafah (penyingkapan rahasia)

Diantara perkara-perkara yang bisa membahayakan seorang murid ialah mencita-citakan
(menginginkan) Mukasyafah (penyingkapan rahasia-rahasia Tuhan) dan berharap keramat
serta perkara-perkara diluar kebiasaan adat berlaku atas dirinya.
Ingatlah wahai murid, bahwa perkara-perkara serupa ini tidak akan muncul selagi kamu dituntut atau diminta-minta dengan berdasarkan hawa dan nafsu kerana pada kebiasaanya ia tidak akan muncul melainkan pada orang-orang yang membencinya dan tidak menduganya sama sekali.

Keterangan:
“Kebanyakkan murid dan salik bercita-cita untuk memperolehi ‘mukasyafah’ yaitu terbukanya rahasia-rahasia Tuhan dan bila terbukanya rahasia ketuhanan maka beralihlah ia untuk mencapai kedudukkan keramat yang mempunyai perkara-perkara diluar kebiasaan adat resam sebagai manusia biasa kerana tercapainya kedudukkan keramat akan membawanya kepada kedudukkan luar biasa, macam ‘superman’. Ingatlah wahai murid dan salik, perkara ini tidak akan datang selagi kamu mencarinya atau meminta-minta dengan berlandaskan hawa nafsu.
Kerana pada kebiasaanya keramat ini tidak akan datang melainkan pada orang-orang yang
sangat membencinya dan tidak sangka sama sekali bila ia datang. Orang yang benci pada
kedudukkan keramat ini adalah semata-mata tidak mahu diganggu oleh manusia lain kerana tumpuan yang selama ini diberikan untuk Allah akan beralih kepada manusia dengan terpaksa melayani fi’il tabiat manusia yang hanya ingin kesenangan dan menolak kesusuhankerana kebanyakkan manusia seperti ini adalah manusia yang buta mata hatinya”.Adakalanya perkara-perkara seumpama keramat dan sebagainya itu terjadi juga pada golongan orang yang tertipu dengan cita-cita untuk mencelakakan dirinya dan sebagai suatu pengujian terhadap kamu Mu’minin yang lemah I’tikadnya. Semua itu tidak boleh dikira sebagai keramat yang benar, malah ia merupakan sebagai suatu penghinaan kepada orangorang yang mendakwa keramat itu. Sebab keramat hanya lahir (ada) pada orang-orang ahli istiqamah, yakni orang-orang yang sudah terkenal lurus dalam perjalanannya.

Keterangan:
“Kadang-kadang perkara seperti keramat berlaku juga pada orang yang tertipu dengan
angan-angannya. Ini adalah sebagai hukuman dari Allah untuk mencelakakan dirinya dan
sebagai pelajaran bagi kaum mu’minin yang lemah keyakinannya terhadap Allah Taala.
Sekiranya berlaku juga sesuatu diluar dugaan manusia itu adalah ‘ketetapan hukum yang
berlaku pada masa itu’ bukan pada keramat seperti yang didakwa oleh orang yang tertipu dan orang yang ditipu. Keramat hanya akan datang pada orang-orang yang ahli didalam istiqamah sahaja. Lain cara jangan haraplah! Istiqamah didalam menjalankan ketaatan perintah Allah Taala dan RasulNya. Sangatlah mudah untuk mengetahui seseorang itu menerima anugerah keramat ataupun tidak, lihatlah akan ketaatannya pada perintah Allah dan RasulNya. Mudah bukan! Maka dengan itu janganlah lekas terperdaya dengan dakwaan seseorang itu keramat atau tidak, lihatlah pada istiqamahnya”.
Wahai kamu murid! Sekiranya Allah Taala telah memberikan penghormatan keramat kepada
kamu, maka hendaklah kamu mensyukuriNya. Awas, janganlah pula kamu berhenti dari
meneruskan amalan kamu lantaran keramat itu telah muncul atas diri kamu. Juga hendaklah kamu tidak bermegah sangat dengan keramat itu, lalu kamu mengantungkan semua harapan ke atasnya. Hendaklah kamu merahsiakan keramat itu dari orang ramai dan jangan membicarakannya dengan mereka.

Saturday, June 11, 2011

Sufi Road : Ketika Ibrahim Bin Adham Menangis

Suatu hari, seorang tokoh sufi besar, Ibrahim bin Adham, mencoba untuk memasuki sebuah tempat pemandian umum. Penjaganya meminta wang untuk membayar karcis masuk. Ibrahim menggeleng dan mengaku bahwa ia tak punya wang untuk membeli karcis masuk.
Penjaga pemandian lalu berkata, “Jika engkau tidak punya wang, engkau tak boleh masuk.”

Ibrahim seketika menjerit dan tersungkur ke atas tanah. Dari mulutnya terdengar ratapan-ratapan kesedihan. Para pejalan yang lewat berhenti dan berusaha menghiburnya. Seseorang bahkan menawarinya wang agar ia dapat masuk ke tempat pemandian.

Ibrahim menjawab, “Aku menangis bukan karena ditolak masuk ke tempat pemandian ini. Ketika si penjaga meminta ongkos untuk membayar karcis masuk, aku langsung teringat pada sesuatu yang membuatku menangis. Jika aku tak diizinkan masuk ke pemandian dunia ini kecuali jika aku membayar tiket masuknya, harapan apa yang boleh kumiliki agar diizinkan memasuki surga? Apa yang akan terjadi padaku jika mereka menuntut: Amal salih apa yang telah kau bawa? Apa yang telah kau kerjakan yang cukup berharga untuk boleh dimasukkan ke surga? Sama ketika aku diusir dari pemandian karena tak mampu membayar, aku tentu tak akan diperbolehkan memasuki surga jika aku tak mempunyai amal salih apa pun. Itulah sebabnya aku menangis dan meratap.”

Dan orang-orang di sekitarnya yang mendengar ucapan itu langsung terjatuh dan menangis bersama Ibrahim.

Friday, June 10, 2011


"datang, datang, datanglah para pencari cinta Ilahi ... menyatulah dalam samudera cintaNya."

InsyaAllah akan hadir yang mulia guru besar sufi, Mawlana Sheikh Hisyam Kabbani di Indonesia. Membentangkan jalan cinta bagi para pencari ‘tuk menggapai ridho Sang Khaliq. Selamat menikmati rahmat cintaNya

Senin, 13 Juni 2011
13.50 – 15.00 WIB | Penyambutan Mawlana di Jl. Limo No. 7 RT 003/05 Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

19.00 – 22.00 WIB | Dzikir di Masjid Baitul Ihsan, Kompleks Bank Indonesia, Jl. Budi Kemuliaan No. 23 Jakarta Pusat


Selasa, 14 Juni 2011
13.00 – 15.00 WIB | Kuliah Umum di UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta Selatan
18.30 – 22.00 WIB | Tausiah di Masjid Agung Sunda Kelapa. Jakarta Pusat

Rabu, 15 Juni 2011
04.00 – 06.00 WIB | Siaran langsung program Ust. Yusuf Masyur di MNC TV
19.00 – 23.00 WIB | Hadrah di kediaman Keluarga Malik Tarigan, Jl. Cempaka Putih Raya 114, Jakarta Pusat

Kamis, 16 Juni 2011
19.00 – 23.00 WIB | Maulid Nabi (saw) bersama KH Amir Hamzah di Ponpes Darul Islah, Jl. Buncit Raya Kalibata Pulo RT. 05/05 Jakarta Selatan

Jumat, 17 Juni 2011
12.00 – 13.00 WIB | Jumatan di Masjid Bani Umar, sektor 9 Bintaro, Tangerang

Sabtu, 18 Juni 2011
18.00 – 21.00 WIB | Maulid Nabi (s) bersama Habib Syech Assegaf di Pesantren Daarus Syifa al- Fytrat Kadudampit, Sukabumi. Jl. Parungseah No. 43 Km. 5 Desa Cipetir Kec. Kadudampit Sukabumi, Jawa Barat

Minggu, 19 Juni 2011
18.30 – 22.00 WIB | Maulid Nabi (saw) bersama Habib Alwi Ba-Alawy di Masjid Agung Karawang, alun-alun kota kabupaten Kerawang

Senin, 20 Juni 2011
19.00 – 23.00 WIB | Maulid Nabi (s) bersama K.H. Masroni di Pesantren Gunungjati, Ba’alawy, Semarang

Selasa, 21 Juni 2011
19.00 – 23.00 WIB | Maulid Nabi (s) bersama Habib Syech Assegaf di alun-alun kota Wonosobo

Rabu, 22 Juni 2011
19.00 – 23.00 WIB | Hadrah di Jl. Limo No. 7 RT 003/05 Permata Hijau, Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Kamis, 23 Juni 2011
13.55 – 16.35 WIB | Mawlana berangkat ke Singapura

Acara sewaktu-waktu dapat berubah. Ikuti terus perkembangannya melalui website, milis, FB dan Twitter Haqqani Indonesia.

Yayasan Haqqani Indonesia
Jl. Teuku Umar 41 Menteng, Jakarta Pusat
http://naqsybandi.org/ | email: alhaqqani@gmail.com | Tlp. + 6221 315 3014 dan +62 812 1105 212

cafeRUMIjakarta
Wisma iskandarsyah blok B4 Jl. Iskandarsyah Raya Kav. 12 – 14, samping toko harley Mabua, Melawai Jakarta Selatan
http://www.caferumijakarta.com/ | email: email@caferumijakarta.com | Tlp. +6221 727 97 568 dan +62815 743 89 393

live streaming @ www.sufilive.com
donasi: Rek BCA No. 336 000 6335 atas nama Melza atau Ibu Utje (0812-104-3096) dan Melly (0816-115-3215)

terbuka untuk UMUM!

Sufi Road : Profile Syeikh Hisyam Kabbani


Syekh Kabbani adalah salah satu dari ulama-ulama dunia ternama dalam sejarah Islam dan ilmu spiritual Sufisme. Sebagai deputi dari mursyid Tarekat Naqsybandi Haqqani, Syekh Kabbani juga merupakan pembimbing dan guru bagi sekitar 2 juta Muslim di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat, Inggris dan Asia Tenggara.

Pendidikan
Sarjana Kimia dari American University of Beirut, Lebanon.
Studi Kedokteran di Louvain, Belgia.
Gelar dalam Syariah Islam, Damaskus, Suriah.
Ijazah untuk mengajar, membimbing dan memberi nasihat kepada murid-murid dalam spiritualitas Islam dari Syekh Muhammad Nazim Adil yang ternama, pemegang otoritas Mazhab Fiqh Hanafi di Timur Tengah dan pemimpin dunia dari Tarekat Naqsybandi Haqqani.

Posisi Sekarang
Ketua, Islamic Supreme Council of America
Ketua, Naqshbandi Haqqani Sufi Order of America
Ketua, As-Sunnah Foundation of America
Pendiri, Sufi Muslim Council UK dan Center for Spirituality and Cultural Advancement UK

Pencapaian Utama
Mendirikan 23 Zawiyah sebagai pusat kegiatan untuk mempelajari ajaran Sufi di Amerika dan Kanada.
Mendirikan Islamic Supreme Council of America, sebagai organisasi keagamaan yang didedikasikan untuk menyebarluaskan materi yang bersifat informatif mengenai Islam dan mempresentasikan pandangan Islami yang autentik dari para ulama mengenai urusan-urusan duniawi.
Mendirikan As-Sunna Foundation of America untuk mengembangkan, menerbitkan publikasi Islam klasik, dan menyelenggarakan konferensi untuk menyediakan pendidikan Islam klasik.
Bekerja dengan erat bersama pemerintah dan masyarakat di Malaysia, Indonesia, dan Singapura untuk mengembalikan praktik-praktik Sufi tradisional dan mencegah meningkatnya kaum radikal dalam agama di daerah terkait.
Menjadi ketua dalam konferensi International Islamic Unity Conference, konferensi kedua ini berlangsung dengan sangat sukses di Washington, DC antara 7-9 Agustus 1998.

Publikasi
Buku
Classical Islam and the Naqshbandi Sufi Tradition, 840 halaman. Memaparkan secara detail tentang tradisi Tarekat Sufi Naqsybandi dari Islam klasik.
The Approach of Armageddon? An Islamic Perspective, 294 halaman. Memaparkan tentang perspektif Islam mengenai ilmu dan teknologi dan prediksi kenabian mengenai akhir zaman dan Hari Perhitungan.
Encyclopedia of Islamic Doctrine – Merupakan hasil penelitan dan penulisan selama 5 tahun, 1500 halaman, 7-volume, masing-masing mendeskripsikan akidah Islam menurut pendekatan klasik dari mazhab yurisprudensi utama dan akidah Islam.
The Naqshbandi Sufi Way: History and Guidebook of the Saints of the Golden Chain
Encyclopedia of Muhammad's Women Companions.
Angels Unveiled – pandangan modern tentang subjek tradisional.

Artikel
(judul-judul lain juga tersedia di website www.islamicsupremecouncil.org)
Understanding Sharia - Islamic Law from the classical Islamic perspective (Memahami Syariah—Hukum Islam dari perspektif Islam klasik)
Islam & Democracy (Islam dan Demokrasi)
Jihad: A Misunderstood Concept from Islam (Jihad: Konsep Islam yang Salah Dipahami)

Kunjungan ke Indonesia
Seykh Kabbani telah melakukan kunjungan ke Indonesia sejak tahun 1997 dan sejak saat itu, hampir setiap tahun beliau secara reguler berkunjung ke Indonesia.

April 1997:
Bertemu Rais ‘am Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarrah an-Nahdliyyah, K.H. Idham Khalid
Bertemu Ketua MUI, K.H. Dr. Muhammad Ali Yafie dan Dr. Achmad Mubarok

Desember 1997:
Mengunjungi Pesantren Al-Bidayah Cangkorah, Jawa Barat, pimpinan K.H. Yayat Ruchiat Sirodj.
Bertemu dengan tokoh intelektual, termasuk Prof.Dr. Achmad Baiquni, kepala Batan dan Dr. Jalaludin Rakmat, seorang pakar komunikasi dari Unpad yang juga aktif berdakwah di jalur Islam tradisional.

Oktober 2000:
Bertemu Presiden RI, K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) yang juga ketua The World Conference on Religion and Peace, WCRP)
Bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr.Yahya Muhaimin
Melakukan siaran langsung siraman rohani di TV Indosiar yang dipandu oleh Ustadz Wahfiudin
Bertemu K.H.Nur Iskandar SQ, pimpinan Pesantren Ash-Shiddiqiyah
Melakukan kunjungan ke Pesantren At-Taufiqy di Wonopringgo, Pekalongan, pimpinan K.H.Taufiqqurohman
Bertemu dengan beberapa tokoh lintas agama dalam dialog interfaith yang digagas oleh Menteri Sekretaris Negara, Bapak Djohan Effendi.
Melakukan kunjungan ke Pesantren al-Falah Nagreg, Jawa Barat, pimpinan K.H.Qari Ahmad Syahid

April-Mei 2001:
Bersama Syekh Nazim Adil al-Haqqani, mursyid Tarekat Naqsybandi Haqqani melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Indonesia, termasuk bertemu dengan K.H. Taufiqqurohman di Pesantran At-Taufiqy, Pekalongan; Habib Lutfhi bin Yahya di Pekalongan; Kyai Thohir bin Abdul Fatah, Pekalongan; Abah Anom, Mursyid Tarekat Qadiriah wa Naqsybandiyyah, di Pesantren Suryalaya; dan K.H. Qari Ahmad Syahid di Pesantren Al-Falah Nagreg, K.H. Abdullah Gymnastiar di Pesantren Daarut Tauhid Bandung, Dr.Tutty Alawiyyah di Pesantren Asy-Syafi’iyah Jakarta, dan juga bertemu dengan Mensetneg, Bapak Djohan Effendi dan Presiden RI, K.H.Abdurrahman Wahid.

Juli 2001:
Menghadiri ulang tahun Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) pimpinan Dr. Tutty Alawiyyah yang diadakan di Stadion Utama Senayan dan dihadiri pula oleh beberapa ulama internasional, seperti: Syekh Abdurrazak al-Halabi (Suriah), Syekh Bakar al-Samarai (Baghdad, Irak), Syekh Mohammed al-Qabbani (Suriah), para tokoh lintas agama dan 120.000 hadirin anggota BKMT dari seluruh Indonesia.

Januari-Februari 2002:
Bertemu dengan Menteri Agama RI, Bapak Said Agil Husin al-Munawar

Juli 2003:
Menjadi Khatib Salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta
Menghadiri pertemuan para ulama di Pesantren Krapyak, Jogjakarta
Bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Jogjakarta
Bertemu dengan Menko Polkam, Susilo Bambang Yudhoyono

Februari 2004:
Mengikuti Zikir Nasional di Masjid Istiqlal bersama Ustadz Arifin Ilham, AA Gym, Wakil Presiden RI, Hamzah Haz, dan Ketua PBNU, K.H.Hasyim Muzadi.
Mengikuti Konferensi Internasional Ulama Islam (International Conference of Islamic Scholars, ICIS) yang diadakan oleh PBNU dan Kementrian Luar Negri RI.
Bertemu dengan Kepala Otorita Batam, Bapak Ismeth Abdullah di Batam dan mencanangkan pembangunan Zawiyah (Pusat Zikir) Naqsybandi di Batam.

Desember 2004:
Menyelenggarakan konferensi internasional para ulama Islam bertema Islam and Civil Society, yang diadakan di Jakarta 21-24 Desember 2004. Konferensi ini adalah sebagai tindak lanjut dari konferensi ICIS sebelumnya, di mana diadakan pembahasan-pembahasan pada topik tertentu secara lebih mendalam. Untuk konferensi ini Syekh Kabbani, sebagai ketua ISCA menggandeng PBNU, ICIS, UIN Syarif Hidayatullah, UIA Asy-Syafiiyah, dan Worde (World Organization for Resource Development and Education).

Juli 2005:
Mengadakan Istighatsa Kubra bersama Rais Am JATAMAN, Habib Luthfi bin Yahya di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia.
Mengadakan Zikir bersama walikota Padang, Bapak Fauzi Bahar dan masyarakat Padang di Lapangan Imam Bonjol.

Januari 2006:
Bertemu dengan Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres, Bapak Jusuf Kalla

Agustus 2007:
Mengunjungi Universitas Indonesia dan bertemu dengan Rektor UI, Prof.Dr. Gumilar R. Somantri dan beberapa tokoh Kajian Timur Tengah. Syekh Kabbani memberikan pesan untuk memasukkan pendekatan spiritualitas dalam pengajaran yang diberikan kepada para mahasiswa UI.

Mei-Juni 2009:
Mengadakan serangkaian acara Maulid dan silaturahim dengan para ulama di Jakarta, Pekalongan, Semarang, Solo dan Sukabumi.
Mengadakan Maulid Akbar bertema Indonesia Bersholawat bersama Majelis Nurul Musthofa. Acara ini dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, para menteri kabinet, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, para ulama dan habaib serta sekitar 250.000 jemaah yang memenuhi Masjid Istiqlal Jakarta.

Mei 2010:
Mengadakan serangkaian acara Maulid dan silaturahim dengan para ulama, termasuk K.H.Amir Hamzah di Pesantren Daarul Ishlah Jakarta, K.H.Q.Ahmad Syahid di Pesantren al-Falah Nagrek, Bandung; dan Habib Syech Assegaf di Jepara.

Alamat Kantor
Fenton, MI
17195 Silver Parkway, #201
Fenton, MI 48430
Tel: (888) 278-66243
Fax: (810) 222-2885
Email: ishaq@sunnah.org
www.sunnah.org
www.islamicsupremecouncil.org
www.naqshbandi.org
Kontak: Ishaq Bohjelian

Jakarta, Indonesia
Yayasan Haqqani Indonesia
Jl. Teuku Umar 41
Menteng, Jakarta Pusat 10350
Tel dan Fax: (021) 315-3014
Email: alhaqqani@gmail.com
Kontak: Ahmad Rizal Tarigan (0816-965-917)

Sufi Road : Syeh Hisyam Kabbani Visit 2011


datang, datang, datanglah para pencari cinta Ilahi ... menyatulah dalam samudera cintaNya."
InsyaAllah akan hadir yang mulia guru besar sufi, Mawlana Sheikh Hisyam Kabbani di Indonesia. Membentangkan jalan cinta bagi para pencari ‘tuk menggapai ridho Sang Khaliq. Selamat menikmati rahmat cintaNya.

http://www.naqsybandi.org

Thursday, June 2, 2011

Sufi Road : Doa Rajab

Ini adalah doa untuk bulan suci Rajab, dibaca 3 kali sehari sebagaimana yang
diwasiatkan oleh Maulana Syaikh Muhammad Nazhim. Al Haqqani’
Doa tersebut adalah:


Bismillah ir-Rahman ir-Rahiim
Allaahumma innii astaghfiruka min kulli maa tubtu lahu ilayka tsumma 'udtu
fiih. wa astaghfiruka min kulli maa 'aradtu bihi wajhika wa-khaalatanii fiihi
maa laysa fiihi ridaak. wa astaghfiruk li-ni`am allatii taqawwaytu biha `ala
ma`asiiyatik. wa astaghfiruka min aadz-dzunub allatii laa ya`lamahu ghayruka wa
laa yattali`u `alayha ahadun siwaak wa laa yasa`uha illa rahmatika wa la tunjii
minha illa maghfiratuka wa hilmuka. laa ilaha illa-Anta, subhaanaka innii kuntu min adz-dzaalimiin.

Allaahumma innii astaghfiruka min kulli dzulmin dzalamtu bihi `ibadaka. Fa
ayyaama `abdin min `ibaadik aw `amatin min 'imaa'ika dzalamtu fii badanihi aw
`irdihi aw maalih fa `atihi min khazaa'inik allatii laa tanqus. Wa as'aluka an
tukrimanii bi-rahmatika allatii wasi`at kulla syay wa laa t`uhiinanii min `adaabik wa ta`tiiayanii maa as'aluka fa-innii haqiiqun bi-rahmatik ya arham ar-Raahimiin. wa shalla-Allahu
`alaa Sayyidinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa sahbihi ajma`iin. wa laa hawla
wa laa quwatta illa billah il-`Alii ul-'Aazhiim

Artinya
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Ya Allah , Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala kesalahan yang telah
kulakukan. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segala hal dariku yang tidak
Kau sukai dan segala hal yang berhubungan denganku yang tidak Kau ridhai. Dan
aku memohon ampun kepada-Mu atas nikmat yang telah kugunakan untuk menambah
ketidakpatuhanku terhadap-Mu. Dan aku memohon ampun atas segala dosa yang tiada
seorang pun tahu kecuali Engkau dan tiada seorang pun yang melihat kecuali
Engkau dan tiada yang mencakupi kecuali rahmat-Mu dan tiada yang mengantarkan
kecuali ampunan-Mu dan rahmat-Mu. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Maha
Suci Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim!

Ya Allah , aku memohon ampun kepada-Mu atas ketidakadilan yang kulakukan
terhadap hamba-hamba-Mu baik laki-laki maupun perempuan yang telah kusakiti
baik fisiknya maupun martabatnya atau dalam kepunyaan mereka yang telah Kau
berikan dengan karunia-Mu yang tak kurang sedikit pun. Aku memohon kepada-Mu,
anugerahkanlah aku dengan rahmat-Mu yang mencakup segalanya. Janganlah Engkau
rendahkan aku dengan hukuman-Mu tetapi berilah apa yang kuminta kepada-Mu,
sebab aku sangat memerlukan rahmat-Mu, Ya Allah Engkau Maha Penyayang di antara
semua penyayang. Semoga Allah melimpahkan berkah kepada Nabi Muhammad dan
seluruh pengikutnya. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha
tinggi dan Maha Agung. Berkah dan kedamaian semoga dilimpahkan kepada Sayyidina
Muhammad, keluarga dan seluruh pengikutnya.